Senin 27 Januari 2020, 21:25 WIB

Virus Korona Bikin Agenda Turis Tiongkok di Sumbar Ambyar

Yose Hendra | Nusantara
Virus Korona Bikin Agenda Turis Tiongkok di Sumbar Ambyar

Antara
Belasan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Minangkabau (FMM) menggelar spanduk yang berisikan menolak kedatangan turis China.

 

RANGKAIAN agenda 150-an turis Tiongkok yang berlibur di Sumatra Barat (Sumbar) selama lima hari (26-30 Januari), berantakan. Penyebanya ialah merebaknya virus korona. Akibatnya sejumlah lokasi destinasi yang disusun untuk disinggahi, dipastikan batal.

Salah satunya adalah rangkaian trip wisata ke Kabupaten Tanah Datar. Menurut agenda yang dirilis PT Marawa Corporation cabang Padang yang membawa pelancong Tiongkok ke Sumbar, para turis itu akan berada di alam Minangkabau hingga 30 Januari.

Mereka akan menyelami sejumlah destinasi unggulan di Sumbar seperti Pantai Gandoriah di Pariaman, berlanjut ke kawasan air terjun Lembah Anai di Tanah Datar, Jam Gadang, Ngarai Sianok, Lubang Jepang di kawasan Bukittinggi.

Lalu menyaksikan Pacu Jawi di Kabupaten Tanah Datar, Istano Basa Pagaruyung juga di Tanah Datar. Mereka juga berlibur ke destinasi lautdan pulau seperti Kawasan Mandeh, Pesisir Selatan, Pantai Air Manis di Padang.

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi mengatakan, pembatalan kunjungan ke wilayah Tanah Datar, setelah koodinasi dengan berbagai pihak seperti pihak manajemen, pimpinan rombongan dan pendamping serta termasuk dengan jajaran medis.

"Ditarik kesimpulan bahwa kunjungan dari wisatawan tersebut ke Kabupaten  Tanah Datar yang direncanakan ke Indo Jolito, Istano Basa Pagaruyung dan  melihatkan pacu jawi sangat disayangkan terpaksa dibatalkan," ujar Irdinansyah, Senin (27/1).

Irdinansyah Tarmizi berharap, setelah pembatalan kunjungan dari wisatawan Kunming Tiongkok ini kondisi dan situasi di Tanah Datar tetap dijaga dalam suasana yang kondusif.

Sebelumnya, ratusan pelancong Tiongkok, Minggu (26/1) mendarat di Sumbar. Mereka terbang langsung dari Kunming, China, menggunakan  maskapai Citilink, dengan jumlah sekitar 150 orang. Kedatangan mereka di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, disambut langsung oleh Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno dan sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemprov Sumbar.

Sementara, Koordinator Wilayah Kerja BIM KKP Kelas II Padang, Elfi Yulfienti mengatakan, KKP Kelas II Padang telah mendapat instruksi sejak 31 Desember 2019 dari Kementerian Kesehatan RI untuk menjalankan sesuai SOP guna mencegah masuknya virus korona ke Indonesia.

Setelah berada di tanah Minang, justru terjadi pro kontrak. Sejumlah organisasi masyarakat melakukan unjuk rasa menolak kedatangan para turis  yang dinilai berpotensi membawa virus korona. (OL-13)

Baca Juga

Dok DPW NasDem Kalteng

NasDem Kalteng Perkenalkan Paslon Sugianto-Edy

👤Surya Sriyanti 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 07:07 WIB
Sembari melihat kebun warga, NasDem Kalteng juga menyampaikan bahwa paslon nomor urut 2 ini memiliki kekuatan pendukung 33 kursi dari 45...
MI/Hijrah Ibrahim

Langgar Netralitas, 98 ASN di Malut Diadukan ke KASN

👤Hijrah Ibrahim 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:36 WIB
Dari 98 ASN yang terbukti melanggar netralitas pilkada itu, terbanyak berasal dari Kabupaten Kepulauan Sula disusul Halmahera Timur,...
MI/Arnoldus Dhae

Wamen LHK Beri Nama Buaya yang Lahir di Bali Safari Park

👤Arnoldus Dhae 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 05:49 WIB
Buaya Sinyulong dikategorikan rentan atau vulnerable dalam daftar merah IUCN karena populasinya kurang dari 2.500 individu dan terus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya