Senin 27 Januari 2020, 21:18 WIB

Usut Sunda Empire, Polisi Panggil 4 Saksi Ahli

Tri Subarkah | Nusantara
Usut Sunda Empire, Polisi Panggil 4 Saksi Ahli

Antara/Risky Andrianto
Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adisaputra

 

PENYIDIK Kepolisian Daerah Jawa Barat memeriksa empat orang saksi ahli terkait Sunda Empire. Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adisaputra.

"Jadi polisi atau penyidik tidak menilai dan memutuskan sendiri, tetapi juga meminta pendapat pandangan dan pendapat dari ahli," kata Asep di Gedung Bareskrim Polri, Senin (27/1).

Asep menyebut para saksi ahli tersebut memiliki latar belakang yang berbeda. Keempat saksi yakni ahli bahasa, ahli pidana, ahli sosiologi, dan ahli sejarah. Menurut Asep, pihaknya perlu mendengarkan saksi-saksi ahli tersebut untuk mendapat kesimpulan yang komprehensif.

"Kemudian bisa memutuskan tindak lanjut dari pada fenomena Sunda Empire ini," ujar Asep.

Saat ini, Polda Jawa Barat telah menaikkan status kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan. Polisi menduga ada unsur penyebaran berita bohong dalam kasus Sunda Empire.

Baca juga : Roy Suryo Polisikan Sunda Empire karena Hoaks PBB dan NATO

"Sementara dugaannya ada sebuah bentuk kegiatan yang diduga melanggar ketentuan pidana khususnya Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana terkait dengan dugaan penyebaran berita bohong," jelas Asep.

Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut pihaknya telah menerima laporan Roy Suryo terhadap petinggi Sunda Empire, Rangga Sasana. Laporan tersebut ditangani oleh Direktorat Kriminal Khusus.

"Tim penyidik masih coba nanti menyusun, sementara masih dipelajari. Untuk bisa menyusun siapa kira-kira yang pertama kali dipanggil. Awalnya nanti pasti mengklarifikasi dulu, ini kan masih penyelidikan," kata Yusri.

"Setelah itu akan digelarkan apakah memenuhi unsur persangkaan yang dilaporkan saudara RS (Roy Suryo) sebagai pelapor. Kalau memang unsurnya memenuhi, nanti akan dinaikan ke tingkat penyidikan," tandasnya.

Sebelumnya, Roy Suryo melaporkan Rangga ke Polda Metro Jaya pada Jumat (24/1) lalu. Menurutnya, Rangga diduga telah menyebarkan berita hoaks terkait lokasi berdirinya Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan NATO di laman Wikipedia.

Pakar telematika tersebut menuding kelompok Sunda Empire mengubah tempat berdirinya PBB dan NATO menjadi di Bandung dengan akun anonim. (OL-7)

Baca Juga

Dok.MI

Dua Pasien Covid-19 di Sidoarjo Meninggal Dunia

👤Heri Susestyo 🕔Senin 30 Maret 2020, 13:01 WIB
Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) akibat covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur bertambah dua...
ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Pedagang Wajib Jual Sembako Selama Pandemi Korona

👤Palce Amalo 🕔Senin 30 Maret 2020, 12:57 WIB
Pedagang di Kabupaten Rote Ndao yang berjualan di pasar diwajibkan hanya menjual bahan kebutuhan pokok (sembako) sesuai harga yang berlaku...
 FOTO ANTARA/Anis Efizudin

Penutupan Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Diperpanjang

👤Agus Utantoro 🕔Senin 30 Maret 2020, 12:50 WIB
Kawasan Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko ditutup mulai 23 Maret  hingga 29 Maret, Namun kemudian diperpanjang hingga 11 April...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya