Senin 27 Januari 2020, 21:06 WIB

PT TASPEN Jamin Investasinya Sangat Aman

Despian Nurhidayat | Ekonomi
PT TASPEN Jamin Investasinya Sangat Aman

ANTARA
Direksi PT TASPEN menghadiri acara konferesi pers paparan kinerja di Jakarta, Senin (27/1).

 

PT TASPEN (Persero) atau Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri  menegaskan bahwa sebagian besar portofolio investasi perseroan ditempatkan pada instrumen yang sangat aman.

"Mayoritas investasi ditempatkan pada instrumen yang memberikan hasil tetap (fixed income), yaitu surat utang maupun deposito sebesar 86,2% dari total portofolio," kata Direktur Utama PT TASPEN (Persero) A.N.S. Kosasih menegaskan dalam acara perkenalan jajaran direksi baru PT TASPEN (Persero) di Menara TASPEN, Sudirman, Jakarta, Senin (27/1).

Porsi investasi di surat utang atau obligasi sebesar 67,5% dengan perhitungan sebagian besar merupakan obligasi pemerintah dan deposito 18,7% dan sebagian besar ditempatkan di bank BUMN.

Adapun sisanya berupa investasi langsung 2,2%, saham 4,9%, dan reksa dana 6,7% dengan reksadana saham hanya sebesar 1,3%. Itupun dengan seleksi pemilihan Manajer Investasi (MI) yang sangat ketat.

“Mayoritas investasi Taspen ditempatkan pada surat utang negara maupun obligasi korporasi dengan fundamental yang kuat, dengan tingkat risiko yang sangat rendah namun tetap memberikan imbal hasil yang baik,” pungkas Kosasih

Untuk menjaga likuiditas perusahaan dan keamanan dana, PT TASPEN juga telah menempatkan hampir 80% deposito di bank BUMN, 18% di Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan hanya 2% pada bank umum yang merupakan anak usaha dari Bank Mandiri dan TASPEN yakni Bank Mandiri Taspen.

Untuk investasi di saham, PT TASPEN memilih saham-saham emiten yang sebagian besar terdaftar pada Indeks LQ-45 dan didominasi oleh saham-saham BUMN yang tergolong saham-saham blue chip.

“Dalam proses pemilihan saham untuk alokasi investasi, kami selalu mengutamakan aspek makro ekonomi, fundamental, prospek bisnis, likuiditas, dan valuasi perusahaan yang wajar dan seksama serta memperhitungkan pula faktor-faktor teknikal,” jelasnya.

Pada instrumen reksadana, PT TASPEN berinvestasi melalui maksimal 15 MI yang memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) di atas Rp4 triliun hingga sekitar Rp50 triliun dengan persentase 90% di antaranya merupakan MI yang menduduki peringkat 15 besar. Selain itu, hampir 50% penempatan reksadana PT TASPEN ada pada MI BUMN.

“Kami berkomitmen untuk selalu menerapkan prinsip kehati-hatian yang kami pegang teguh guna menjamin keamanan dana investasi yang kami kelola untuk memberikan manfaat secara maksimal kepada peserta,” pungkas Kosasih. (E-3)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More