Senin 27 Januari 2020, 20:16 WIB

Memudahkan Pinjaman, Kemenkop UKM dan OJK Bangun Data UMKM

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Memudahkan Pinjaman,  Kemenkop UKM dan OJK Bangun Data UMKM

ANTARA
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan "Bontot" makanan khas Karawang di pabrik bontot, Rengasdengklok Utara, Karawang, Jawa Barat.

 

Kementerian Koperasi dan UKM dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan bersinergi membangun data Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis keuangan. Data ini sangat diperlukan untuk memudahkan pelayanan keuangan bagi UMKM.

Data yang akan dibangun menyangkut profil usaha UMKM, mulai dari jenis usaha, aset, laporan keuangan dan data lainnya. Hal tersebut menjadi fokus pembahasan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat bertemu Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, di Kantor Kemenkop UKM, Kuningan, Jakarta, Senin, (27/1).

"Membangun data UMKM sangat penting bagi lembaga keuangan untuk menilai kelayakan dari UMKM tersebut," ungkap Plt Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Hanung Harimba Rahman.

Melalui pendataan tersebut, kata Hanung, dapat diketahui bentuk pendampingan yang dapat diberikan bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka. Selama ini soal data menjadi kelemahan dalam penyaluran pembiayaan. Pinjaman UMKM tersebar di berbagai lembaga keuangan namun tidak ada data yang sama sebagai basis acuan.

"Melalui data ini, di samping memudahkan juga menekan biaya bagi lembaga keuangan untuk mencari informasi UMKM yang akan menjadi calon nasabahnya," lanjut Hanung.

Sementara itu, Kemenkop UKM dan OJK kabarnya akan membahas lebih lanjut konsep untuk membangun data UMKM tersebut. Terbangunnya ekosistem keuangan ini tentunya akan mendorong UMKM untuk naik kelas.

"Saat data ini jadi, ekosistemnya juga akan tumbuh. Pemerintah dapat memberikan kebijakan - kebijakan yang tepat," pungkas Hanung. (E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More