Senin 27 Januari 2020, 19:25 WIB

Tambah Luasan Lahan, Gianyar Fokus Budidaya Apel 

Retno Hemawati | Nusantara
Tambah Luasan Lahan, Gianyar Fokus Budidaya Apel 

MI/Bagus Suryo
Petani tanaman apel di lahan miliknya di Desa Gubugklakah, Poncokusumo, Malang, Jawa Timur.

 

BUPATI Gianyar I Made Mahayastra berjanji akan menambah luas area budidaya tanaman apel di desa Sanding, Kecamatan Tampak Siring, Gianyar, setelah melihat langsung petani apel sukses kembangkan buah itu di daerahnya.

Sanding adalah salah satu desa di Kecamatan Tampaksiring yang mulai membudidayakan apel sejak 1,5 tahun lalu. Keberhasilan budi daya apel di sana membantah anggapan bahwa apel tidak dapat tumbuh di wilayah kabupaten Gianyar. "Dengan adanya kebun apel ini akan menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Gianyar, apalagi jika dipadukan dengan konsep agrowisata baik dari edukasinya maupun panennya. Tentu hal ini akan berdampak baik bagi perekonomian masyarakat sekitar. Kami akan bantu perluasan area budi daya tanaman apel ini," katanya di Gianyar, Senin (27/1).
  
Bupati Gianyar Made Mahayastra yang sempat melihat langsung kebun apel di Desa Sanding mengaku senang kalau di wilayahnya bisa dikembangkan tanaman apel. Apalagi sebagai daerah tujuan pariwisata juga bisa menjadi destinasi wisata baru yang ada di Gianyar di samping mampu meningkatkan pendapatan petani.
  
Berada pada ketinggian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut (DPL), Kecamatan Tampaksiring memiliki iklim yang cocok untuk budidaya apel. Ditambah lagi dengan luas lahan sawah seluas 1.478 Ha dan lahan bukan sawah sebesar 1.700 Ha menjadikan Tampaksiring sebagai tempat potensial.

Pemilik kebun apel Ketut Suryadi Putra mengungkapkan bahwa tanaman apelnya mulai berbuah saat berumur 1,5 tahun. Idealnya, tanaman apel mulai belajar berbuah saat berumur 2 tahunan. "Ada yang bilang tanaman apel akan susah tumbuh di sini, tapi kan kita lihat sekarang tanaman apel sudah mulai belajar berbuah padahal baru berumur 1,5 tahun di mana biasanya umur 2 tahun baru belajar berbuah," ucap Ketut Suryadi. (Ant/OL-12)

Baca Juga

DOK BKSDA Riau

Harimau Terperangkat di Konsesi HTI Diberi Nama Corina

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Rabu 01 April 2020, 11:37 WIB
Satwa langka dilindungi itu yang diperkirakan masih remaja berumur 3-5 tahun, berjenis kelamin betina dengan panjang 170 centimeter itu...
MI/Tosiani

Harga Gula Tak Terbendung, Pemkab Malang Siapkan Operasi Pasar

👤Bagus Suryo 🕔Rabu 01 April 2020, 11:24 WIB
Dalam operasi pasar, Pemkab Malang menggandeng Koperasi Unit Desa di masing-masing kecamatan sehingga nantinya gula pasir diantarkan ke...
MI/Haryanto

Gubernur Jateng Miris Ada Penolakan Pemakaman Jenazah Covid-19

👤Haryanto 🕔Rabu 01 April 2020, 11:04 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak menolak pemakaman jenazah positif Covid-19 dan hapus stigma soal pasien...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya