Senin 27 Januari 2020, 18:38 WIB

Gus Yaqut Optimistis Masa Depan NU Cerah

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Gus Yaqut Optimistis Masa Depan NU Cerah

Istimewa
KETUA Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas (tiga dari kanan).

 

KETUA Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas terharu dengan semangat para kader Ansor dan Banser di Korea Selatan. Pasalnya, Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang digelar Pengurus Cabang GP Ansor Korea Selatan diikuti ratusan peserta dari Minggu (26/1) pagi hingga malam.

Hadir selain Yaqut, Sekjen PP GP Ansor dan jajaran pimpinan, PCI NU Korsel berserta badan-badan otonom, termasuk perwakilan Kedubes RI di Korea Selatan.

“Saya bangga, kegiatan DTD Banser ini diikuti 200-an kader. Peserta datang dari berbagai daerah yang ada di Korea Selatan. Ada yang enam jam perjalanan untuk bisa sampai ke lokasi DTD. Semangatnya luar biasa untuk berkhidmat di Ansor dan Banser," kata Gus Yaqut saat memberi materi utama dan dilansir dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Senin (27/1).

"Apalagi kegiatan ini tidak gratis, sahabat-sahabat harus membayar untuk ikut DTD. Terima kasih atas pengorbanan waktu, tenaga, dan materi sahabat-sahabat. Semoga dicatat amal salehnya dan menjadi penyambung kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari," lanjutnya.

Antusiasme dan keseriusan ratusan peserta DTD tersebut membuat Gus Yaqut, sapaan akrabnya, optimistis masa depan Nahdlatul Ulama (NU) akan cerah.

"Dalam berbagai kesempatan selalu saya sampaikan bahwa Ansor itu masa depan NU, sekaligus NU masa depan. Wajah NU mendatang akan ditentukan bagaimana kita berjam'iyah hari ini," ujarnya.

Dia mengatakan, masa depan NU ada di kader-kader Ansor dan Banser, yakni generasi muda. Kader-kader inilah, ujarnya, yang akan menjadi para pemimpin NU di masa depan.

“Tapi, kalau sembarangan dalam mengurus organisasi, ya ke depan NU akan mandeg, tidak berkembang. Mbah Hasyim tak hanya berpesan siapa yang mengurusi NU akan dianggap santri beliau dan akan didoakan husnul khotimah. Namun, beliau juga mengingatkan, NU akan ditinggalkan jamaahnya ketika jam'iyah tak memberi manfaat. Makanya, dalam berkhidmat kita harus serius," ujarnya. (RO/A-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More