Senin 27 Januari 2020, 17:49 WIB

Surya Paloh Harap Pers Kedepankan Tanggung Jawab

Nur Aivanni | Politik dan Hukum
Surya Paloh Harap Pers Kedepankan Tanggung Jawab

MI/Ramdani
Chairman Media Group Surya Paloh memberikan sambutan saat menghadiri acara Harmoni 50 Tahun silaturahmi alumni dan karyawan Media Indonesia

 

CHAIRMAN Media Group Surya Paloh berharap kebebasan pers saat ini harus menjunjung tanggung jawab. Itu dilakukan agar pers bisa memberikan azas manfaat yang lebih positif bagi proses kehidupan bangsa. Hal ini disampaikan dalam sambutan 50 tahun Media Indonesia.

"Kalau dulu kita ada istilah kebebasan pers yang bertanggung jawab. Sekarang pun kita mau itu, bisa memberikan azas manfaat yang lebih positif bagi proses kehidupan bangsa ini," kata Surya Paloh di Grand Studio Metro TV, Jakarta, Senin (27/1).

Ia pun berharap kebebasan pers yang dimiliki saat ini sejalan dengan prinsip-prinsip jurnalistik. Menurutnya, pers harus konsisten dalam memberikan pendekatan pada tiga aspek yaitu informasi, edukasi dan entertainment.

"Ini prinsip-prinsip jurnalisme yang kita pegang teguh, maka check and balance, suatu kaidah yang tidak bisa dilepaskan," imbuhnya.

Surya pun sempat menceritakan kebebasan pers era dulu dengan saat ini. Era dulu, lanjut Surya, bertanggung jawab kepada penguasa.

"Kita tidak mau itu, kita mau kebebasan pers pada era ini bertanggung jawab pada kode etik jurnalistik yang kita miliki," tegasnya.

Baca juga: Surya Paloh : Jaga Cita-Cita Kebebasan Pers

Media Indonesia yang kini telah menginjak usia 50 tahun, ujar Surya, merupakan kelanjutan perjuangan dari Harian Prioritas.

"Kita tidak bisa samakan kehadiran industri pers pada waktu itu dengan yang kita alami saat ini. Suasana pers waktu itu tidak bebas, boleh kita katakan suasana pers yang terkendali, pemberitaan pers headlinenya sama, alur ceritanya sama dan tidak boleh keluar dari itu. Itu yang kita perjuangkan, membangun spirit baru, kelahiran dan kehadiran kebebasan pers di negeri ini," tuturnya.

Ia berterima kasih kepada seluruh alumni Media Indonesia yang telah memulai dari Harian Prioritas maupun Harian Media Indonesia.

"Maka 50 tahun perjalanan Media Indonesia sungguh suatu hal yang harusnya menjadi catatan kita semua, kita telah memberikan suatu yang berarti, sekecil apapun, sebutir pasir, setetes air, satu yang pasti melahirkan kebebasan pers pada era ini," jelasnya.

Di era teknologi yang berkembang saat ini, pers konvensional mengalami dampak baik media cetak maupun broadcast lantaran kehadiran sosial media. Ia mengakui sosial media tidak bisa terbantahkan.

"Betapa kebebasan pers ini patut kita waspadai, harus menjaga agar jangan semua obsesi besar kita membangun perjalanan kehidupan kebangsaan untuk mendekati cita-cita kemerdekaan terhenti karena permasalahan ketidakpahaman kita mendayagunakan dan menjaga kebebasan pers," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More