Senin 27 Januari 2020, 11:16 WIB

Dua Pasien RSHS Masih Jalani Observasi Virus Korona

Bayu Anggoro | Nusantara
Dua Pasien RSHS Masih Jalani Observasi Virus Korona

MI/Bayu Anggoro
Direktur Utama RSHS Bandung Nina Susana Dewi saat menerangkan kondisi dua pasien yang masih jalani observasi virus korona

 

DUA pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung masih menjalani observasi guna mengetahui dugaan paparan virus korona. Kedua pasien tersebut merupakan warga negara asing (WNA) yang berusia 31 tahun dan warga negara Indonesia (WNI) berusia 24 tahun.

Direktur Utama RSHS Nina Susana Dewi mengatakan kedua pasien itu tiba di RSHS, Minggu (26/1). Keduanya belum lama berkunjung ke Tiongkok dan Singapura dan dirujuk dari Rumah Sakit Cahya Kawaluyaan Padalarang untik pasien WNA dan Rumah Sakit Borromeus Bandung untuk pasien WNI.

"Mereka sekarang dirawat di ruang isolasi khusus Kemuning," kata Nina saat memberi keterangan pers, di Bandung, Senin (27/1).

Saat pemeriksaan pertama di RSHS, menurut dia, WNA asal Tiongkok mengalami gejala infeksi saluran pernafasan atas akut dengan suhu tubuh 36 derajat.

"Waktu diperiksa di RS Kawaluyaan suhu tubuhnya 37,7. Kesadarannya baik, terjaga," imbuhnya.

Pasien laki-laki dewasa ini tiba di Bandung pada 12 Januari setelah menempuh perjalanan dari Shincuan yang berjarak 1.300 km dari Wuhan, Tiongkok.

"Kemarin masuk (RSHS) pukul 12.43 WIB. Malamnya ditempatkan di ruang isolasi khusus. Melalui IGD khusus, jadi tak melalui alur rumah sakit umum," ungkapnya seraya menyebut pasien diperiksa tim ahli.

Adapun pasien kedua yang merupakan WNI datang dengan keluhan kejang dan tak sadarkan diri. Wanita berusia 24 tahun ini sempat berkunjung ke Tiongkok pada 19 Januari.

"Pulang tanggal 22 (Januari), masuk RS Borromeus tanggal 25. Selain ke Tiongkok, riwayatnya juga pernah ke Singapura," imbuh Nina.

Baca juga: RSUD dr Seokardjo Siapkan Ruangan Khusus Untuk Suspect Korona

Setelah diperiksa, pasien tersebut mengalami gangguan infeksi saluran pernafasan bawah. Pihak rumah sakit belum bisa memastikan apakah keduanya terbebas dari virus korona atau tidak.

Sampel pemeriksaan keduanya sudah dikirim ke Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan di Jakarta. Biasanya, lanjut Nina, hasil pemeriksaan akan diketahui dalam waktu 24 jam.

"Kita masih menunggu hasilnya, tak bisa langsung mengetahui. Mudah-mudahan negatif," tuturnya.

Nina menambahkan, keduanya akan tetap diisolasi setidaknya selama 14 hari. Sebab, untuk mengetahui keberadaan virus (masa inkubasi) pada pasien diperlukan waktu 2-7 hari.

"Jadi pengamatannya dua kali masa inkubasi. Kami berharap pasien ini negatif," tukasnya.

Di tempat yang sama, dokter konsultan infeksi dan penyakit tropis RSHS Bandung, Anggraini Alam, menambahkan, pihaknya akan memberikan pengobatan sesuai dengan tanda dan gejala yang dialami pasien seperti memberi antibiotik dan antiinfluenza.

"Obat spesifik belum ada. Ini penyakit baru. Kita berikan terapi, tata cara, sesuai aturan dunia," ungkapnya.

Dia menilai, kedua pasien itu belum bisa dikatakan suspect virus korona karena tidak menunjukkan tanda dan gejala terkena penyakit itu. Biasanya, tambah dia, orang yang terpapar virus tersebut akan mengalami demam, batuk, radang tenggorokan, dan sesak nafas.

Meski begitu, angka kematian akibat virus ini sebesar 15%. Nina pun mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dan menjaga kebersihan.

"Yang meninggal semuanya dewasa. Umumnya menyerang yang daya tahan tubuhnya menurun. Jangan mendekat ke area isolasi. Prinsipnya selalu kehati-hatian," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

MI/Denny Susanto

Bio Oil Cangkang Sawit Untuk Perangi Virus Korona

👤Denny Susanto 🕔Rabu 08 April 2020, 10:16 WIB
Pemilihan bio oil atau asap cair dari bahan baku cangkang atau limbah sawit sebagai disinfektan ini merujuk pada hasil penelitian...
 MI/PIUS ERLANGGA

Pengusaha Warteg di Jakarta Sebaiknya Jangan Mudik

👤Supardji Rasban 🕔Rabu 08 April 2020, 10:01 WIB
Saat ini sudah ada sekitar 200-an dari 900 pengusaha warteg asal Kelurahan Cabawan pulang kampung. Mereka saat ini tengah menjalani...
 ANTARA FOTO/Syaiful Arifin

Ribuan Buruh di Malang Dirumahkan

👤Bagus Suryo 🕔Rabu 08 April 2020, 09:55 WIB
Pekerja yang dirumahkan itu bekerja di industri hasil tembakau. Hal itu bukannya pemutusan hubungan kerja (PHK). Akan tetapi pengusaha...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya