Senin 27 Januari 2020, 08:29 WIB

Ribuan Hektare Lahan Jagung Diserang Hama Pucuk Daun

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Ribuan Hektare Lahan Jagung Diserang Hama Pucuk Daun

MI/Ferdinandus Rabu
Ulat pucuk daun menyerang tanaman jagung

 

LEBIH dari tiga ribu hektare lahan pertanian di Kabupaten Flores Timur, NTT dilaporkan diserang hama ulat pucuk daun. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur, Anton Wukak Sogen, saat dikonfirmasi Senin (27/1), mengakui sekitar 3,8 ribu hektare saat ini teridentifikasi terserang hama ulat pucuk daun. Kondisi ini diduga dipicu akibat cuaca yang tidak menentu, musim hujan dan kemarau yang silih berganti, dan sebagian besar lahan pertanian jagung diserang hama pucuk daun.

"Ya dalam seminggu terakhir ini, kami sudah melakukan identifikasi bahkan sampai pada tahapan pendataan dan pengendelian hama yang kami sebut hama ulat pucuk daun. Diduga kondisi ini akibat cuaca yang tidak menentu. Pada kondisi tanaman masih pada fase vegetatif ini, sangat riskan terancam serangan hama apabila terjadi hujan yang belum merata. Dan tiba-tiba berhenti lalu kemarau lagi, sehingga sangat berpengaruh terhadap munculnya hama. Dan dipastikan tingkat intensitas serangan hama saat ini pada kirasaran 45 sampai 55 persen, dalam kategori sedang hingga berat," kata Anton, Senin (27/1).

Menurutnya total seluruh lahan yang terserang hama mencapai 3.854 hektar lahan. Rinciannya Kecamatan Wulanggitang seluas 50 hektar, Kecamatan Titehena seluas 608 hektare, Kecamatan Ilebura seluas 483 hektare, Kecamatan Solor Barat seluas 1012 hektare, Kecamatan Kecamatan Solor Selatan 200 hektare, Kecamatan Solor Timur 357 hektare, Kecamatan Tanjung Bungan sekitar 200 hektare, Kecamatan Lewolema, Larantuka, Ile Mandiri dan Demon Pagong, masing-masing seluas 50 hektare, Kecamatan Adonara Barat yang terdidentifiksasi sementara saat ini 2 hektare, Kecamatan Wotan Ulumado seluas 125 hektare, Kecamatn Adonara Timur 40 hektare, kecamatan Ile Boleng 102 hektare, Kecamatan Witihama seluas 450 hektare, Kecamatan Klubagolit 5 hektare, dan Kecamatan Adonara seluas 20 hektare.

baca juga: Golkar Dukung Jokowi Mengembangkan Wisata Premium Labuan Bajo

"Sementara beberapa kecamatan lainnya belum mendapatkan laporan," tambahnya.

Untuk mengendalikam hama, saat ini dinas pertanian melibatkan sleuruh kecamatan, petani dan petugas penyuluh membasmi hama pucuk daun. (OL-3)

 

Baca Juga

MI/Apul Iskandar

New Normal Membutuhkan Dukungan Publik

👤Apul Iskandar 🕔Selasa 02 Juni 2020, 10:00 WIB
Dimpos menambahkan wacana new normal ini hendaknya juga tak dimaknai sebagai semata-mata hal-hal teknis protokol kesehatan, melainkan juga...
MI/Ardi Teristi Hardi

Cegah Penumpukan, Penumpang Pesawat Datang 3 Jam Sebelum Terbang

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 02 Juni 2020, 09:20 WIB
Untuk mencegah penumpukan penumpang, Bandara Internasional Yogyakarta meminta para penumpang pesawat untuk datang 3 jam sebelum...
MI/Akhmad Safuan

Kasus Covid-19 Kluster Tomboro di Blora Bertambah

👤Akhmad Safuan 🕔Selasa 02 Juni 2020, 09:10 WIB
Lima kasus tambahan itu, empat orang di antaranya adalah dari Kecamatan Kradenan, Blora yang merupakan kluster Temboro, Magetan. Sedangkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya