Senin 27 Januari 2020, 03:20 WIB

Aspek Keselamatan Meningkat

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Aspek Keselamatan Meningkat

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nz
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melihat pergerakan pesawat di Runway 3 dari layar monitor Air Traffic Control Bandara Soekarno Hatta,

 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dengan adanya runway 3, waktu penerbangan dapat lebih cepat karena tidak akan terjadi holding saat akan take off atau lepas landas. Ada penghematan waktu sekitar 13,3% hingga 30% dari waktu menunggu sebelum lepas landas.

Hal itu bisa dilakukan karena landasan pacu yang dipakai untuk lepas landas dan mendarat tidak lagi menggunakan jalur yang sama. Dengan begitu, antrean dapat berkurang.

Saat ini improvement runway capacity (IRC) di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 86 penerbangan per jam dan menjadikannya sebagai salah satu bandara tersibuk di Asia Tenggara.

"Dulu kita pakai runway 2 dan jalur landasan pacu itu digabung antara lepas landas dan mendarat. Saya bahkan melihat tadi sudah enggak ada holding karena maksimal antrean hanya sampai tiga pesawat saja. Ini tentunya membuat keselamatan menjadi lebih jelas," ujar Budi Karya di Airport Operation Center Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, kemarin.

Lebih lanjut, Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto Raharjo menambahkan bahwa runway 3 sudah digunakan sejak masa liburan Natal dan Tahun Baru akhir tahun lalu. Menurutnya, sejak peng-operasian runway 3 telah terjadi peningkatan yang signifikan.

"Sudah banyak yang bisa kami reduce, tapi kami ini mengandalkan safety first. Jika terjadi perubahan cuaca yang ekstrem, kami tidak akan memaksakannya. Jadi, holding cuma terjadi kalau ada cuaca ekstrem," ungkap Novie.

Pergerakan bertambah

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin menambahkan, dengan ditutupnya Bandara Halim Perdanakusuma sejak 1 Januari 2020, Bandara Soekarno-Hatta akan mengalami pergerakan penerbangan yang mencapai 1.200 per hari.

Hal itu tentunya telah didukung dengan adanya runway 3 yang mempercepat pergerakan penerbangan dan akan terus dilakukan peningkatan hingga memenuhi kepuasan para penumpang.

Presiden Joko Widodo saat meresmikan operasional runway 3 meminta pihak AP II segera membangun Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta sebelum kapasitas terminal penumpang yang ada penuh terlebih dahulu.

"Sudah kelihatan traffic semakin banyak, penumpang semakin banyak. Jangan menunggu sampai penuh lagi. Sebelum penuh harus disiapkan dulu sehingga masyarakat terlayani oleh Bandara Soekarno-Hatta ini," kata Presiden Jokowi, Jumat (24/1).

Pengamat penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri) Gerry Soejatman mengapresiasi adanya runway 3 ini. Menurutnya, peningkatan keamanan menjadi poin penting dalam keberlangsungan runway 3.

"Dengan adanya runway 3 otomatis jadi lebih aman daripada sebelumnya karena sebelumnya tiap-tiap runway digunakan untuk take off dan landing. Bayangkan ada yang take off dan juga landing secara bersamaan. Yang darat mungkin bisa menunggu, tapi udara enggak bisa sehingga keamanan jadi hal yang sulit," jelas Gerry.

Dengan selesainya runway 3, Gerry meminta hal itu bukan berarti pekerjaan yang harus dilakukan pengelola bandara sudah selesai sSebab ada prediksi pergerakan penerbangan akan melebihi 600 ribu dalam setahun. (Ant/E-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More