Senin 27 Januari 2020, 01:45 WIB

Menghabiskan Malam di Luar Rumah

(AFP/Rifaldi Putra Irianto/I-1) | Internasional
Menghabiskan Malam di Luar Rumah

(Photo by BULENT KILIC / AFP)
Orang-orang menghabiskan malam di jalanan setelah gempa bumi di Elazig, Turki timur, pada 25 Januari 2020

 

SEJUMLAH orang terlihat membungkuskan dirinya dengan selimut dengan warna yang beragam, berjongkok di sekitar api unggun di wilayah Turki Timur, di Elazig, Turki.

Seorang warga yang membungkuskan dirinya dengan selimut dengan tubuh yang terlihat menggigil, Esra Kasapoglu, mengatakan, "Tidak mungkin kembali kerumah."

Sejumlah warga Elazig yang dilanda gempa berkekuatan 6,7 magnitudo, Jumat (24/1), terpaksa menghabiskan malam di luar dengan suhu yang mencapai minus 10 derajat celsius.

"Bangunan kami sudah tua dan ada retakan kecil, tampaknya itu tidak akan bertahan bila ada gempa bumi susulan, kami akan tinggal di luar sepanjang malam," tuturnya.

Ia menceritakan saat gempa mengguncang, dirinya sedang berada di dalam rumah. Memastikan gempa terjadi dengan melihat lampu gantung yang bergoyang. "Psikologi kami terguncang. Sebelumnya, anak saya berlari keluar rumah sambil berteriak ketika jaket jatuh dari rak mantel," jelasnya

Sementara itu, seorang warga lainnya, Abdi Guney, yang tengah bersandar di dinding seberang bangunan tempat mereka tinggal juga mengaku terpaksa menghabiskan malam di luar.

"Setiap kali itu bergetar, kami menjadi takut. Kami terpaksa bergegas keluar. Sebelumnya, saat gempa itu terjadi, saya sedang melakukan wudu sebelum salat dan tiba-tiba bangunan bergetar," ucapnya.

"Kami terpasa tinggal di luar. Sejak tadi malam, kami sudah ada di sini, gimnasium penuh dan tidak ada lagi tenda," sambungnya.

Lebih dari 15 ribu orang ditampung di gimnasium dan di sekolah-sekolah, sedangkan lebih dari 5.000 tenda didirikan di kota untuk menampung para pengungsi.

Di seberang Kota Elazig, pemilik restoran, hotel, dan salon pernikahan membuka pintu mengakomodasi siapa saja yang ingin bermalam di sana. Namun, banyak yang harus dipersiapkan untuk meninggalkan Elazig. (AFP/Rifaldi Putra Irianto/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More