Minggu 26 Januari 2020, 19:30 WIB

Rabu, Berkas Korupsi PD BKK Pringsurat Dilimpahkan

Tosiani | Nusantara
Rabu, Berkas Korupsi PD BKK Pringsurat Dilimpahkan

MI/Tosiani
Satsus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Temanggung menggeledah Kantor Operasional Pusat BKK Pringsurat Temanggung

 

KEJAKSAAN Negri (Kejari) Temanggung, Jawa Tengah (Jateng) memastikan akan segera melimpahkan satu berkas kasus korupsi Perusahaan Daerah (PD) Badan Kredit Kecamatan (BKK) Pringsurat ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Paling lambat kasus tersebut dilimpahkan Rabu (29/1/).

Demikian dinyatakan Kepala Kejari Temanggung Fransisca Juwariyah, saat ditanya wartawan, Minggu (26/1).

Berkas tersebut atas nama Riyan Anggi, rekan dari Triyono. Keduanya karyawan BKK Pringsurat yang menjalankan praktek bank di dalam bank. Dana bank yang diduga dikorupsi Riyan Anggi sebesar Rp 350 juta. Namun yang bersangkutan sudah mengembalikan uang Rp 200 juta.

Adapun Triyono sudah menjalani proses sidang di pengadilan Tipikor. Terkait kasus Riyan Anggi ini, Kejari sudah meminta keterangan 20 orang saksi.

"Selanjutnya tergantung penetapan dari pengadilan Tipikor, kami hanya sampai melimpahkan berkas. Kasus selanjutnya akan ditangani oleh Pengadilan Tipikor," kata Sisca.

Disebutkan, barang bukti yang menguatkan Riyan Anggi melakukan tindak pidana korupsi di BKK Pringsurat yakni berupa, surat-surat dan dokumen,
selain itu juga dikuatkan oleh keterangan dari saksi-saksi. Kasus korupsi ini merugikan keuangan negara hingga Rp114 miliar.

"Jadi dana yang dihimpun dari masyarakat hanya sebagian yang disetor ke perusahaan. Lalu di buku nasabahnya ditulis sesuai jumlah setoran," katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Temanggung Bekti Wicaksono, menambahkan, Riyan Anggi sempat melarikan diri ke Jepang. Namun akhirnya ia pulang ke Temanggung dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dijelaskan, modus yang dilakukan oleh Riyan Anggi adalah menahan uang nasabah, lalu diputar kembali atau dipinjamkan pada masyarakat atas nama dirinya dengan bunga yang lebih tinggi, sehingga ia mendapatkan uang lagi. Riyan Anggi juga kerap menggunakan uang dari nasabah untuk kepentingan pribadi.

"Praktek ini terbongkar lantaran kredit yang dipinjamkan atas nama dirinya macet, sementara nasabah BKK yang sesungguhnya ingin mencairkan dananya," katanya. (OL-13)

 

Baca Juga

MI/Rendy Ferdiansyah

Pilkada Ditunda, KPU Serahkan Masa Jabatan Bupati ke Mendagri

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Rabu 01 April 2020, 11:54 WIB
KPU Bangka Belitung menyerahkan sepenuhnya kepada mendagri mengenai masa jabatan empat bupati yang melaksanakan Pilkada tahun...
DOK BKSDA Riau

Harimau Terperangkat di Konsesi HTI Diberi Nama Corina

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Rabu 01 April 2020, 11:37 WIB
Satwa langka dilindungi itu yang diperkirakan masih remaja berumur 3-5 tahun, berjenis kelamin betina dengan panjang 170 centimeter itu...
MI/Tosiani

Harga Gula Tak Terbendung, Pemkab Malang Siapkan Operasi Pasar

👤Bagus Suryo 🕔Rabu 01 April 2020, 11:24 WIB
Dalam operasi pasar, Pemkab Malang menggandeng Koperasi Unit Desa di masing-masing kecamatan sehingga nantinya gula pasir diantarkan ke...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya