Minggu 26 Januari 2020, 19:34 WIB

WNI Terjebak di Wuhan, Pemerintah Belum Putuskan Evakuasi

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
WNI Terjebak di Wuhan, Pemerintah Belum Putuskan Evakuasi

Antara/Prasetyo Utomo
Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, memberikan keterangan kepada wartawan.

 

SEKITAR 97 Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan terisolasi di Kota Wuhan, Tiongkok. Wilayah itu disinyalir menjadi sumber virus korona (2019-nCoV), yang menewaskan puluhan orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, mengatakan pemerintah masih membahas upaya evakuasi WNI di Kota Wuhan, Tiongkok.

"Kami terus membahas segala pilihan kebijakan, yang menyesuaikan perkembangan di lapangan," ujar Faizasyah dalam pesan singkatnya, Minggu (26/1).

Berdasarkan pantauan terakhir KBRI di Tiongkok, belum ada WNI yang terinfeksi virus 2019-nCoV. Secara umum, WNI dalam kondisi baik.

Baca juga: Kota Tianjin Kini Ikut Dikarantina karena Virus Korona

"Secara umum dari pantauan KBRI mereka masih dalam kondisi yang baik," imbuhnya.

Pihaknya terus melakukan komunikasi dengan KBRI di Tiongkok, untuk mengetahui kondisi di lapangan. Sekaligus menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan, termasuk langkah evakuasi.

"Komunikasi dan telaah Kedutaan Besar di Tiongkok menjadi rujukan pemerintah dalam mengambil keputusan (termasuk keputusan evakuasi WNI)," tukasnya.

Sebelumnya, Amerikat Serikat (AS) tengah menyiapkan penerbangan untuk mengangkut warga negara mereka yang terjebak di Kota Wuhan, Tiongkok. Hal itu dikemukakan Departemen Luar Negeri AS, pada Minggu waktu setempat.

Penerbangan itu dijadwalkan bertolak dari Kota Wuhan pada Selasa (28/1) depan, yang mengangkut personel Konsulat AS di Tiongkok ke San Francisco. Sementara itu, Prancis juga berencana mengevakuasi warga mereka dari Kota Wuhan dengan menggunakan bus.(OL-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More