Minggu 26 Januari 2020, 22:30 WIB

Nurmansjah Ingin Buka Banyak RTH

(Wan/J-1) | Megapolitan
Nurmansjah Ingin Buka Banyak RTH

DOK PRIBADI
Nurmansjah Lubis

 

CALON Wakil Gubernur DKI Jakarta dari PKS, Nurmansjah Lubis, menilai revitalisasi Monas yang menuai pro dan kontra bertujuan membuka ruang terbuka hijau (RTH).

"Saya pikir tujuan utamanya ialah bagaimana RTH DKI ini secara esensial dibangun," kata Nurmansjah saat kegiatan jual kopinya di kegiatan car free day (CFD) di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurut Nurmansjah, dengan revitalisasi ini nantinya akan dibentuk RTH baru. Sebagaimana yang diketahui, penebangan pohon akan diganti dengan penanaman pohon hingga dua kali lipatnya.

Nurmansjah menyakini revitalisasi Monas demi kebaikan warga Jakarta. "Berupaya paru-paru kota yang tadinya didominasi sama aspal beton, signifikan lah berkurang. itu intinya," ujarnya.

Ia juga mengatakan, jika nanti dirinya terpilih sebagai wagub, membuka RTH menjadi salah satu fokusnya karena Jakarta hanya memiliki 3% RTH dari idealnya sebanyak 30% RTH.

"Artinya 20% tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan RTH, 10% sisanya swasta," jelasnya.

Ide dari calon wagub ini untuk membangun 30% RTH itu ialah dengan membeli lahan dan menjadikan lahan tersebut untuk RTH.

"Ya masih ada lahan untuk RTH, dengan cara beli, pembebasan lahan. Misalnya di wilayah Jakarta Timur ada namanya sawah yang tidak boleh dijual, dibeli sama pemda jadi sawah abadi," tandasnya.

Selama ini, menurutnya, sawah selalu diubah menjadi tempat tinggal yang justru semakin mengurangi RTH. Ia menegaskan, jika terpilih, akan mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk memiliki RTH lebih banyak lagi.

Nurmansjah juga mengatakan dirinya telah berteman dengan sang rival, calon wagub dari Partai Gerindra, Ahmad Riza Partia, sejak 15 tahun yang lalu.

Ia bahkan sempat melobi lawannya itu agar tetap ada di DPR untuk konsisten mengawal pemerintahan pusat dan menyerahkan kursi wagub kepada dirinya.

"Kalau sohib gini, gue bilang, abang di DPR pusat aja, gue wagub," kata pria kelahiran Jakarta, 8 Desember 1964 itu. (Wan/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More