Minggu 26 Januari 2020, 19:07 WIB

Cegah Virus Korona, Tiongkok Larang Perdagangan Satwa Liar

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Cegah Virus Korona, Tiongkok Larang Perdagangan Satwa Liar

Dale De La Rey/AFP
Warga Hong Kong mengenakan masker saat mengunjungi kuil dalam perayaan Tahun Baru Imlek, menyusul penyebaran virus korona.

 

PEMERINTAH Tiongkok melarang perdagangan hewan liar hingga epidemi virus korona berhasil dilenyapkan. Langkah itu mengemuka setelah hasil penyelidikan menunjukkan penyakit tersebut ditularkan ke manusia melalui pasar di Kota Wuhan.

Para ahli menyatakan Tiongkok membayar mahal atas kegagalan pemerintah dalam mempelajari peristiwa epidemi SARS (sindrom pernapasan akut parah) sekitar 17 tahun lalu. Penyakit dapat dengan mudah bermutasi dan menyebar ke manusia di pasar tempat hewan liar, hewan ternak dan hewan domestik bercampur.

SARS diduga berasal dari musang bertopeng dan terlacak ke sebuah pasar di Provinsi Guangdong. Virus itu akhirnya menewaskan lebih dari 750 orang di Tiongkok dan wilayah lain.

Baca juga: Ada Dugaan Virus Korona di Wuhan Dari Sup Kelelawar

Aturan pembatasan, termasuk larangan mengangkut dan menjual hewan liar, berlaku di pasar, supermarket, restoran dan platform e-commerce. Selain meningkatkan inspeksi, otoritas berwenang juga memberikan nomor hotline bagi masyarakat yang ingin melaporkan perdagangan satwa liar ilegal. Pelanggar akan dijatuhi hukuman berat.

"Konsumen harus sepenuhnya memahami risiko kesehatan dari memakan hewan liar. Tolong konsumsi makanan sehat," bunyi peraturan tersebut, yang dikeluarkan serentak oleh Kementerian Pertanian, Administrasi Kehutanan dan Administrasi Regulasi Pasar.

Ilmuwan Tiongkok mengatakan wabah virus korona tampaknya telah menyebar dari Pasar Makanan Laut Huanan di Kota Wuhan. Terlepas dari namanya, pasar itu menjual berbagai macam binatang liar untuk dikonsumsi, termasuk kucing, anjing, kura-kura, ular, tikus, landak dan marmut. Menu dan papan pemberitahuan yang diunggah secara daring menunjukkan berbagai macam binatang liar tersedia untuk dikonsumsi(Washington Post/OL-11)

 

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More