Minggu 26 Januari 2020, 18:12 WIB

AJI Tetapkan Upah Layak Wartawan Rp8,7 Juta

Retno Hemawati | Humaniora
AJI Tetapkan Upah Layak Wartawan Rp8,7 Juta

MI/Rommy Pujianto
Tim liputan Metro TV mewawancarai Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/7).

 

ALIANSI Jurnalis Independen (AJI) Jakarta merilis besaran upah layak jurnalis pada 2020 sebesar Rp8.793.081. Angka tersebut didapat bedasarkan beberapa komponen kebutuhan jurnalis untuk menunjang kinerjanya.

Sekretaris AJI Afwan Purwanto mengatakan kebutuhan komponen penunjang jurnalis telah disesuaikan dengan kebutuhan hidup layak yang termuat dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang kebutuhan hidup layak. Kemudian dituangkan dalam survey yang dilakukan pada November hingga Desember 2019. "Dari survei yang kami lakukan kami kemudian menyesuaikan beberapa kebutuhan hidup layak jurnalis. Misalnya jurnalis membutuhkan laptop, ponsel, pulsa atau paket data untuk menghubungi narasumbernya," ujar Afwan di Sekretariat AJI Jakarta, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (26/1).

Sementara kebutuhan pokok terdiri dari sandang, pangan, dan papan. Terdapat 40 komponen yang dibagi dalam lima kategori serta tambahan alokasi tabungan 10 persen. Semua komponen dialokasikan untuk kebutuhan setiap satu bulan. Ia merinci, jurnalis harus mendapatkan alokasi makan sebesar Rp3.041.000, bedasarkan harga makanan nasi, sayur, ayam, dan teh. Lalu tempat tinggal yang layak untuk jurnalis sebesar Rp 1.300.000. "Jurnalis juga perlu ganti baju, ada komponen celana panjang, kemeja, kaus dalam atau dalaman cewek, celana dalam, sepatu kerja, celana pendek, sandal jepit, jaket, tas ransel, kalau dirata-ratakan per bulan Rp751.682," tuturnya.

Selain itu, kebutuhan lain seperti transportasi kerja, pulsa telepon, paket internet, kebersihan, kesehatan, dan kebutuhan bersifat hiburan ditaksir Rp3.048.251. Serta perangkat elektronik mulai dari ponsel hingga komputer jinjing atau laptop diperkirakan per bulan Rp350.427.

Terakhir jurnalis harus memiliki tabungan dari semua kebutuhan diatas sebanyak 10 persen."Total sandang, pangan, papan Rp 7,9 jutaan, 10
persennya digunakan menabung idealnya," jelasnya.

AJI mendorong perusahaan media dapat mencukupi upah jurnalisnya masing-masing. Upah yang terbilang minim berpotensi membuat jurnalis tidak dapat bekerja secara profesional. "Ironinya adalah jurnalis berani memberitakan hal lain sementara terkait standar kebutuhan mereka sendiri tidak berani mereka eksploitasi di media masing-masing," pungkasnya. (Medcom.id/OL-12)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More