Minggu 26 Januari 2020, 15:48 WIB

NasDem Nilai Penaikan Ambang Batas Bisa Seleksi Parpol

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
NasDem Nilai Penaikan Ambang Batas Bisa Seleksi Parpol

MI/Pius Erlangga
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh

 

KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh menyetujui wacana penaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) menjadi 7%. Ia menilai kenaikan itu bakal jadi 'penyaring' secara alamiah partai politik yang berkualitas di Indonesia.

"Upaya membuat partai terseleksi sedemikian rupa secara alami, bagus sekali," kata Surya di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/1), seperti dikutip dari laman partainasdem.id.

Surya menilai tidak ada yang salah dengan penyaringan partai politik. Hal itu justru bisa menghasilkan partai yang berkualitas dalam manajemen institusi.

"Sehingga menghasilkan nilai kualitatif yang lebih berarti dalam perjuangan ideologi dan visi misi partai politik," ujarnya.

Baca juga: Surya Paloh Hadiri Acara NasDem Days 2020 di Makasar

Bagi orang nomor satu di NasDem itu, harus banyak pembenahan pada kualitas institusi parpol saat ini. Salah satunya, dengan menaikkan ambang batas parlemen.

"NasDem sepakat batas ambang minimal parlemen tujuh persen," tegas Surya.

Wacana penaikan ambang batas parlemen mulai mencuat. Namun, partai politik masih berbeda suara terkait angka kenaikannya. Sejumlah parpol ingin ambang batas parlemen menjadi 5%, dan yang lain mengusulkan 7,5%.(RO/OL-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Hakim: Heru Hidayat Gunakan Uang Jiwasraya Untuk Judi di Kasino

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 05:28 WIB
Terdakwa menggunakan hasil korupsi untuk foya-foya dengan perjudian sedangkan nasabah asuransi Jiwasraya yang jumlahnya sangat banyak tidak...
Kemenkeu/KPK/Tim Riset MI-NRC

Perbaiki Sistem Penganggaran

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 04:48 WIB
Pencairan dana daerah yang lamban akan memunculkan lagi calo anggaran dan tidak menutup kemungkinan melibatkan...
ANTARA/Galih Pradipta

Benny Tjokro dan Heru Dibui Seumur Hidup

👤Dhk/P-2 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 04:38 WIB
Hakim menyatakan Benny Tjokro dan Heru menyuap dan memberi gratifikasi terkait dengan investasi saham dan reksa dana Jiwasraya periode...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya