Minggu 26 Januari 2020, 15:10 WIB

Tim Kuasa Hukum Tegaskan Trump Tak Lakukan Kesalahan

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
Tim Kuasa Hukum Tegaskan Trump Tak Lakukan Kesalahan

Brendan Smialowski/AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

TIM kuasa hukum Presiden Amerika (AS) Donald Trump, menggencarkan pembelaan terhadap Trump dalam agenda sidang pemakzulan di Senat AS, pada Sabtu waktu setempat.

Dalam pembelaannya, tim kuasa hukum menyatakan Trump tidak melakukan kesalahan dalam kesepakatan dengan Ukraina dan pemilihan umum. Penasihat Gedung Putih, Pat Cipollone, mengatakan pemakzulan ini akan menjadi penyalahgunaan kekuasaan yang sama sekali tidak bertanggung jawab. Itu dengan catatan jika Senat AS memberikan suara dan mengikuti Dewan Perwakilan Rakyat untuk mengeluarkan Trump dari Gedung Putih.

"Mereka meminta Anda melakukan sesuatu yang tidak pernah Senat lakukan," kata Cipollone kepada 100 Senator.

"Kami percaya ketika Anda (Senator) mendengar fakta, Anda akan menemukan bahwa Presiden tidak melakukan kesalahan apapun," imbuhnya.

Baca juga: Rakyat Amerika Terbelah Soal Pemakzulan Trump

Dalam persidangan tersebut, Cipollone menduga Partai Demokrat tengah melakukan campur tangan dalam pemilihan presiden (pilpres) AS yang berlangsung tahun ini. Pada pilpres 2016, Partai Demokrat mencoba menghalau langkah Trump. Saat ini, tim kuasa hukum Trump kembali menduga Partai Demokrat berupaya mencegah Trump agar tidak mencalonkan diri dalam pesta demorkasi November mendatang.

"Mereka di sini untuk melakukan campur tangan paling masif pada pemilihan dalam sejarah AS. Kami tidak bisa membiarkan hal itu terjadi," ungkapnya.

"Biarkan orang-orang yang memutuskan sendiri," imbuhnya.

Gedung yang dikuasai Partai Demokrat, memakzulkan Trump pada 18 Desember dalam pemungutan suara garis partai, yang berlanjut pada sidang Senat AS. Setelah sesi pembelaan tim kuasa hukum Trump selesai, Senator John Barraso berupaya mencermati penyataan yang disampaikan. "Hari ini kami mendengar kasus yang kuat. Tim kuasa hukum benar-benar merusak kasus yang diajukan Partai Demokrat," kata Barasso.

Sementara itu, Trump melalui akun twitter pribadinya menuliskan kutipan dari Senator Partai Republik, Jim Inhofem. "Anda tidak datang ke pengadilan dan meminta saksi setelah anda mengajukan kasus Anda. Kecuali Anda tahu kasus itu tidak akan berhasil. Saya berpikir motivasi mereka yang sebenarnya adalah menyibukkan Presiden. Namun nyatanya kami baik di bidang Ekonomi, kami sedang memperkuat militer," bunyi cuitan Trump.(AFP/OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Top Tags

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More