Minggu 26 Januari 2020, 13:46 WIB

Bandung Selatan Kembali Diterjang Banjir

Eriez M Rizal | Nusantara
Bandung Selatan Kembali Diterjang Banjir

MI/Eriez
Beberapa orang anak naik perahu untuk transportasi di Kampung Cieunteung, Desa dan Kecamatan Baleendah

 

BANJIR kembali melanda Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sejak Sabtu (25/1). Terowongan kembar Curug Jompong di Nanjung yang dibangun untuk menanggulangi bajir tidak mampu mengatasinya.

Kepala Pusdalops BPBD Jawa Barat, Budi Budiman, mengatakan mulai Kamis (23/1) hingga Minggu (26/1)  terjadi kejadian banjir di beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung. Tepatnya di Kecamatan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Bojongsoang,  Kecamatan Rancaekek, dan Kecamatan Majalaya.

"Air kembali meningkat pada Sabtu (25/1) pukul 23.30.00 akibat dari intensitas hujan yang  tinggi hampir merata di wilayah Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung," kata Budi, Minggu (26/1).

Suplay air lebih dominan dari sungai Citarum dan Cikapundung. Di kecamatan Dayeuhkolot ketinggian air mencapai 170 cm. Di Kecamatan Bojongsoang, 150 cm, Kecamatan Baleendah sampai 200 cm, Kecamatan Rancaekek 150 cm serta Kecamatan Majalaya 35 cm.

Dia mengatakan, sebanyak 40.844 jiwa terdampak banjir yang melanda Kawasan Bandung Selatan. Kerugian materil akibat banjir di Kabupaten Bandung juga bertambah, yakni menjadi 7.638 rumah terendam, 13 sekolah terendam dan 32 tempat ibadah terendam.

Saat ini warga terdampak  mengungsi ke tempat yang lebih aman seperti di Kecamatan Dayeuhkolot, jumlah pengungsi di kantor kecamatan setempat ada 113 KK (kepala keluarga) atau 364 jiwa. Warga di Kecamatan Baleendah mengungsi ke  sejumlah tempat seperti Shelter dan Gedung Inkanas Baleendah mencapai 95 KK atau 331 jiwa.

Di Kecamatan Dayeuhkolot, tercatat sebanyak tiga desa saat ini terendam banjir. Tiga desa itu yakni Dayeuhkolot, Citereup dan Pesawahan. BPBD mencatat saat ini rumah milik 1.799 KK terendam. Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi 10 fasilitas umum. 7 tempat ibadah, dan 3 gedung sekolah.

Di Desa Dayeuhkolot ada 6 lokasi pengungsian. Sementara di Desa Citereup ada 5 lokasi pengungsian. "Jumlah korban banjir di Kecamatan Dayeuhkolot saat ini sebanyak 1.799 KK atau sebanyak 6.460 jiwa," kata Budi. Di Kecamatan Baleendah, banjir meluas ke beberapa wilayah.

Sampai saat ini, BPBD mencatat rumah yang terendam banjir mencapai 4.255 unit. Selain rumah, 3 bangunan sekolah dan 13 masjid juga ikut terendam. Jumlah tedampak di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah sampai 5.291 KK. Termasuk di dalamnya ada 170 balita, 113 lansia, 59 ibu hamil.

Di Kecamatan Bojongsoang jumlah korban terdampak mencapai 1.130 KK atau 3.391 jiwa. Ketinggian air di Kecamatan Bojongsoang sampai 150 cm di Kampung Cijeruk, RW 10. Jumlah fasilitas umum di Desa Bojongsari yang terendam yakni tiga tempat ibadah dan satu bangunan sekolah.

Di Kecamatan Rancaekek, bangunan rumah yang terendam sebanyak 454 rumah. Korban yang terdampak tercatat mencapai 498 KK atau 1.691 jiwa.

Ketinggian air di Jalan Haurpugur Desa Sukamanah dari 10 sampai 140 cm. Banjir juga merendam Jalan Laswi Ciparay, Majalaya dengan ketinggian air  dari 10 samapi 25 cm. Meski demikian, jalan itu masih bisa di lalui kendaraan roda dua dan roda empat. (OL-13)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More