Minggu 26 Januari 2020, 12:57 WIB

Anies Klaim Kemiskinan di DKI Terendah Se-Indonesia

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Anies Klaim Kemiskinan di DKI Terendah Se-Indonesia

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan hadir dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DKI Jakarta Partai Gerindra, Minggu (26/1) pagi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Dalam sambutannya, Anies menyebut keberhasilan program kerjanya telah turut berkontribusi dalam menurunkan kemiskinan di ibu kota.

Ia pun menyebut hal itu tidak luput dari dukungan jajaran partai pendukung melalui kader yang duduk di legislatif DPRD DKI Jakarta.

"Alhamdulillah perjalanan dua tahun di Jakarta kita mulai satu demi satu menuntaskan apa yang menjadi janji. Kita semua menyadari dukungan juga alhamdulillah bisa berjalan dengan baik, baik dari masyarakat maupun komunikasi dengan teman-teman di dewan. Karena ini menjadi hal yang sangat mendasar," ungkap Anies.

Baca juga: Pemprov DKI: Banjir Underpass Kemayoran Tanggung Jawab Pusat

Anies menyebut kemiskinan di Jakarta telah menurun hingga ke angka 3,42%. Angka ini adalah terendah se-Indonesia. Sementara itu angka kemiskinan nasional berada pada 9,22%.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI yang diluncurkan pada September 2019 lalu, angka kemiskinan DKI menurun dari 3,47% pada Maret 2019 ke 3,42%.

Jumlah penduduk miskin menurun dari 365.550 orang pada Maret 2019 menjadi 362.300 orang pada September 2019.

"Ini angka kemiskinan di Jakarta terkecil di Indonesia. Jadi bukan hanya penurunan paling banyak, tapi juga terkecil di Indonesia," ungkapnya.

Menurutnya, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan penurunan angka kemiskinan maupun peningkatan kesejahteraan naik terus dan memastikan bahwa lapangan pekerjaan tersedia bagi masyarakat.

Ia pun berharap perubahan status Jakarta dari ibu kota ke kota bsinis menjadi momentum penting agar Jakarta semakin menasbihkan diri sebagai pusat ekonomi.

"Karena kesempatan untuk fokus pada pembangunan perekonomian akan sangat tinggi," ujar mantan rektor Universitas Paramadina itu. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More