Minggu 26 Januari 2020, 07:52 WIB

Xi Akui Virus Korona Sebabkan Tiongkok Hadapi Situasi Gawat

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Xi Akui Virus Korona Sebabkan Tiongkok Hadapi Situasi Gawat

AFP/NICOLAS ASFOURI
Petugas keamanan mengenakan masker berjaga di depan pintu masuk Kota Terlarang di Beijing, Tiongkok

 

PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping mengatakan negaranya menghadapi 'situasi genting' ketika jumlah kematian akibat wabah virus corona melonjak menjadi 42.

Situasi suram menaungi perayaan Tahun Imlek yang dimulai pada Sabtu (25/1).

Xi mengadakan pertemuan politbiro pada Sabtu (25/1) tentang langkah-langkah untuk memerangi wabah, lapor televisi pemerintah.

Tiongkok juga mengumumkan pembatasan transportasi lebih lanjut.

Baca juga: Imlek yang Muram di Tiongkok

Dengan lebih dari 1.400 orang terinfeksi di seluruh dunia, sebagian besar dari mereka di Tiongkok, Hong Kong juga menyatakan darurat virus Wuhan, membatalkan perayaan, dan membatasi penghubung ke daratan.

Australia mengonfirmasi empat kasus pertama virus korona pada Sabtu (25/1), Malaysia mengonfirmasi empat kasus, dan Prancis melaporkan kasus pertama di Eropa pada Jumat (24/1), ketika otoritas kesehatan di seluruh dunia berjuang untuk mencegah pandemi.

Rantai kopi AS Starbucks mengatakan akan menutup semua outlet mereka di Provinsi Hubei, Tiongkok untuk liburan Tahun Baru Imlek selama sepekan, menyusul langkah serupa oleh McDonald's di lima Kota di Hubei.

Pekerja dengan pakaian pelindung putih memeriksa suhu penumpang yang memasuki subway di stasiun kereta api pusat Beijing pada Sabtu (25/1), sementara beberapa layanan kereta api di wilayah Delta Sungai Yangtze timur dihentikan, kata operator kereta api setempat.

Tiongkok dituntut untuk transparan dalam mengelola krisis, setelah dituduh menutupi Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) di negara itu pada 2002-2003. Pejabat di Wuhan telah menuai kritik karena penanganan wabah saat ini. (CNA/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More