Minggu 26 Januari 2020, 07:00 WIB

Imlek yang Muram di Tiongkok

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
 Imlek yang Muram di Tiongkok

AFP/NICOLAS ASFOURI
Seorang pria melintas dengan menggunakan masker di kota Wuhan, Tiongkok.

 

TIDAK seperti tahun sebelumnya, tahun ini warga Tiongkok, terutama yang tinggal di Kota Wuhan dan Huanggang, merayakan Tahun Baru Imlek di bawah bayang-bayang ketakutan dan kesedihan.

Hingga kemarin rakyat di ‘Negeri Tirai Bambu’ itu masih berperang melawan keganasan virus korona. Sejak merebak tiga pekan lalu di Tiongkok, virus yang salah satunya menyerang sistem pernapasan itu telah menewaskan 41 orang dan hampir 1.300 lainnya terinfeksi.

Warga disarankan berdiam diri di rumah untuk mencegah terpapar virus korona. Berbagai pesta perayaan Tahun Baru Imlek pun dibatalkan. Taman-taman hiburan, Disneyland Shanghai, dan Tembok Besar Tiongkok ditutup sebagai upaya pencegahan wabah korona.

“Saya biasa merayakan Imlek bersama keluarga. Sekarang saya tidak bisa mengunjungi orangtua. Ini sangat luar biasa hanya untuk melewati wabah,” kata seorang penduduk Wuhan, Wang Fang, kemarin.

Meskipun hingga kemarin di Indonesia belum ditemukan ada warga yang terpapar, tetapi semua pihak meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan prosedur operasi standar karantina kesehatan yang berlaku di dunia.

“Kami berupaya mengatasi penyebaran virus korona dari negara lain. Thermal scan hanya mampu mendeteksi suhu di atas 38 derajat Celsius. Namun, itu bukan satu-satunya upaya. Setiap ada penerbangan dari negara terpapar, otoritas bandara segera melaporkan. Masa inkubasi virus ini tujuh hari. Namun, kita buat dua kali masa inkubasi,” kata Sekretaris Dirjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto.

Dubes RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, memastikan sampai saat ini pihaknya terus menjalin komunikasi dengan seluruh WNI di negara itu, khususnya para mahasiswa di Wuhan.

“Hingga kini tidak ada laporan WNI terjangkit virus korona. Sebanyak 97 mahasiswa kita tinggal di asrama dan selalu dipantau pihak kampus. Seluruh kampus membagikan masker, sabun cair, dan termometer gratis kepada mahasiswa. KBRI memantau terus WNI di sana dan memasok makanan dan dipastikan pengiriman tidak terganggu,” kata Djauhari melalui pesan singkatnya tadi malam.

 

13 kota diisolasi

Malaysia telah mengonfirmasi tiga kasus infeksi korona. Menurut Menkes Malaysia Dzulkefly Ahmad, tiga orang yang terinfeksi ialah warga negara Tiongkok. Mereka yang terinfeksi, yakni seorang perempuan 65 tahun dan dua anak berusia 2 dan 11 tahun.

Pemerintah Australia juga mengonfir­masi kasus pertama di Melbourne. Seorang warga Tiongkok yang mendarat di Melbourne terdeteksi terjangkit virus korona. “Kondisinya stabil di rumah sakit Melbourne setelah tiba pada 19 Januari dari Guangzhou,” ujar Menkes Victoria, Jenny Mikakos.

Virus korona juga merenggut nyawa dokter di Wuhan. Seorang dokter di sebuah rumah sakit di Provinsi Hubei, Tiongkok, pusat wabah virus korona, meninggal akibat virus itu kemarin.

Wuhan dan 13 kota lainnya telah diisolasi sebagai upaya karantina yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tujuannya menahan penyebaran virus yang diidentifikasi berasal dari penjual hewan liar ilegal di pasar makanan laut.

Virus itu juga terdeteksi di berbagai negara, seperti Thailand, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Nepal, Prancis, dan AS. (Ata/Hym/CNA/AFP/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More