Sabtu 25 Januari 2020, 19:52 WIB

Banjir Underpass Kemayoran Belum Surut

Tri Subarkah | Megapolitan
Banjir Underpass Kemayoran Belum Surut

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Sejumlah anak bermain saat banjir menutup terowongan di jalan Kota Baru Bandar Kemayoran, Jakarta.

 

UNDERPASS Kemayoran yang menghubungkan Jalan Convair dengan Jalan Damar masih digenangi banjir. Padahal, hal tersebut diakibatkan hujan yang mengguyur Jakarta pada Jumat (24/1) pagi lalu. Artinya, underpass tersebut sudah terendam lebih dari 24 jam.

Menurut Kepala Regu Sektor Kemayoran Sudin Damkar Jakarta Pusat, Irwan Widyanto, air yang menggenangi underpass tersebut baru surut 1 meter. Padahal tinggi underpass tersebut dapat mencapai 5 meter. "Udah mulai surut pelan-pelan. Ya karena ini luasnya cukup luas, bisa 1.000 meter persegi lebih," kata Irwan saat ditemui di lokasi, Sabtu (25/1).

Pantauan Media Indonesia, ada sepuluh pompa air yang dikerahkan untuk menyedot genangan di area underpass. Pompa-pompa tersebut merupakan bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, Dinas Sumber Daya Air, dan Kementerian PU-Pera. Penyedotan air dari underpass Kemayoran tersebut dialirkan ke PHB (penghubung) Utan Kota.

Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) dari Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat juga dikerahkan untuk mengangkut sampah-sampah yang menggenang di underpass tersebut.

Salah seorang pasukan oranye yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pihak Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPKK) abai dalam melakukan perawatan sistem drainase. "Yang jelas untuk pengerukan belum ada. Sistem drainase saluran itu kan ada endapan lumpur. Untuk perawatan PPKK emang kurang baik," katanya.

Sebelumnya, Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono datang untuk memantau langsung lokasi. Ia mendapat laporan bahwa underpass tersebut selalu banjir saat hujan lebat. Oleh sebab itu, Basuki menyebut perlu ada modifikasi jalan maupun sistem drainase agar banjir tidak terulang kembali.

"Jadi semua ini air masuk ke sini (underpass) semua. Makanya perlu sedikit ada modifikasi desain jalan supaya air lewat drainase yang ada. Sehingga nggak semua ke sini," ujar Basuki. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More