Sabtu 25 Januari 2020, 18:42 WIB

Tiongkok Bantah Hambat Taiwan di Pertemuan Darurat WHO

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Tiongkok Bantah Hambat Taiwan di Pertemuan Darurat WHO

NOEL CELIS / AFP
Petugas keamanan di Tiongkok menggunakan masker untuk melindungi dari penyebaran Virus Korona

 

PEMERINTAH Tiongkok membantah telah menghambat Taiwan untuk terlibat dalam pertemuan darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang membahas wabah virus Wuhan.

Beijing menekankan keikutsertaan Taiwan dalam kegiatan organisasi internasional harus diatur secara adil dan wajar mengikuti prinsip satu China setelah konsultasi lintas selat.

Demikian ditegaskan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, menanggapi protes Taiwan karena tidak dilibatkan dalam pertemuan darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyusul wabah virus di Wuhan. Taiwan adalah salah satu negara yang terdampak virus corona baru itu.

Geng mengatakan, berdasarkan aturan yang dibuat oleh Tiongkok dan WHO, para ahli medis dari Taiwan dapat menghadiri pertemuan teknis yang relevan di WHO, dan lembaga medis itu dapat mengirim para ahli ke Taiwan untuk memeriksa atau membantu bila perlu.

"Wilayah Taiwan memiliki akses tepat waktu ke informasi WHO tentang kedaruratan kesehatan masyarakat global, dan setiap keadaan darurat yang terjadi di wilayah Taiwan dapat dilaporkan kepada WHO tepat waktu," ujar Geng, Rabu (22/1). Pernyataan itu disampaikan kembali oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Sabtu (25/1).

Ketetapan itu memastikan Taiwan dapat menangani keadaan darurat kesehatan masyarakat secara tepat waktu dan efektif terlepas dari di mana mereka terjadi.

Menurutnya, tidak ada yang lebih peduli dengan kesehatan dan kesejahteraan orang-orang di Taiwan selain Tiongkok. Setelah wabah pneumonia merebak di Wuhan, Komisi Kesehatan Nasional memberitahukan Taipei secara tepat waktu dan cepat.

Dari 13 hingga 14 Januari, seperti yang diminta oleh otoritas terkait di Taiwan, para ahli dari wilayah itu datang ke Wuhan untuk melihat upaya-upaya pencegahan dan pengendalian, perawatan medis, dan deteksi patogen.

"Mereka juga berdiskusi dengan para ahli di daratan yang berpartisipasi dalam pekerjaan medis terkait. Para ahli Taiwan menyatakan penghargaan yang tulus atas penerimaan mereka di daratan," kata Geng.

Taiwan sebelumnya mengatakan tidak diundang ke pertemuan darurat WHO karena hambatan dari Tiongkok. Padahal negara itu letaknya berdekatan dengan Tiongkok dan karena itu ancaman terkena infeksi sangat besar.

"Ketika WHO menganggap situasi ini sebagai hal yang mendesak dan mengadakan pertemuan darurat, seharusnya mengundang Taiwan untuk bergabung dalam upaya pencegahan epidemi," ujar Taipei dalam sebuah keterangan yang didistribusikan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO) di Jakarta, Jumat (24/1). (OL-4)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More