Sabtu 25 Januari 2020, 18:42 WIB

Puluhan Hektare Sawah dan Rumah Terendam Banjir di Lampung Barat

Eva Pardiana | Nusantara
Puluhan Hektare Sawah dan Rumah Terendam Banjir di Lampung Barat

MI/Eva Pardiana
Tanggul Sungai Way Semuong Tanggamus yang jebol, Jumat (24/1) menyebabkan puluhan rumah warga di sekitar aliran sungai terendam banjir.

 

Banjir terjadi di Pekon (Desa) Bandar Agung, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Sabtu (25/1). Puluhan hektare sawah dan rumah warga terendam hingga ke badan jalan.

"Sebanyak 88 rumah warga dan 50 hektare sawah yang terendam banjir, juga naik ke badan jalan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam masalah ini," kata Camat Bandar Negeri Suoh, Lampung Barat, Suryanto, Sabtu (25/1).

Tidak hanya Pekon Bandar Agung saja, banjir juga menimpa beberapa pekon lainnya. Data sementara di Pekon Bandar Agung terdapat 9 rumah warga yang terendam, 24 rumah di Dusun Ketapang Jaya, 55 rumah dan 50 hektare lahan sawah di Pekon Sri Mulyo.

"Dari kemarin, intensitas hujan memang tinggi dan cukup lebat, hingga membuat tanggul di Pekon Way Haru jebol," ujar dia.

Banjir juga terjadi Kabupaten Tanggamus akibat jebolnya tanggul di sungai Way Semuong, Jumat (24/1). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengatakan, meski belum diperlukan upaya evakuasi, saat ini masih dalam status siaga.

"Untuk sementara warga masih bisa bertahan di rumah masing-masing untuk membersihakan material banjir dan menjaga rumah masing-masing," jelas Kepala Bidang Darurat BPBD, Edy Nugroho, Sabtu (25/1).

BPBD Tanggamus telah menurunkan satu unit ekskavator guna memperbaiki tanggul yang jebol akibat terjangan aliran sungai Way Semuong.

"Tanggul yang jebol berkisar 10 meter, kami sedang berdiskusi dengan Balai Besar Masuji untuk penanganan lebih lanjut. Sedangkan, Pemkab Tanggamus telah menurunkan alat berat, apabila sungai sudah mulai surut maka kami akan melakukan pembendungan sementara," terang Edy.

Jebolnya tanggul penahan banjir tersebut menyebabkan ratusan rumah warga di beberapa pekon sepanjang aliran sungai Way Semuong terendam banjir bercampur lumpur.

"Hujan kemarin hampir 3 jam lamanya, tapi ini banjir dari hulu, hulu sampai Lampung Barat. Di sana sedang hujan artinya, ini adalah air kiriman," lebih lanjut urai Edy.

Menurut keterangan Amir Hasan, Pejabat (Pj) Kepala Pekon Bading Lahu, banjir saat ini bukan yang pertama kalinya tapi telah terjadi
berulang-ulang. Oleh sebab itu, dirinya berharap segera dibuat tanggul penahan secara permanen.

"Kalau begini terus dan tidak segera dibenahi (tanggulnya), positif walaupun hujan kecil tetap masuk lagi (banjir) ke perkampungan warga,"
pungkasnya. (EP/OL-10)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More