Sabtu 25 Januari 2020, 14:15 WIB

Rayakan Imlek Warga Tionghoa Kupang Panjatkan Doa untuk Bangsa

Palce Amalo | Nusantara
Rayakan Imlek Warga Tionghoa Kupang Panjatkan Doa untuk Bangsa

MI/PALCE AMALO
Warga keturunan Tionghoa di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) merayakan Tahun Imlek 2020.

 

WARGA Tionghoa di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) merayakan Tahun Imlek 2020 dengan sukacita.

Sejumlah kegiatan untuk memeriahkan Imlek dipersiapkan, mulai dari aksi barongsai hingga Cap Goh Meh. Kegiatan tersebut digelar di ruang terbuka di Kelurahan Lai-Lai Besi Koepan (LLBK) Kupang agar bebas ditonton warga.

Baca juga: Surya Paloh Kunjungi Klenteng di Makassar, Serukan Jaga Persatuan

Mereka juga berziarah ke Rumah Abu, tempat abu jenazah leluhur disimpan.Rumah Abu yang terletak di bantaran Kali Dendeng Kota Kupang itu dibangun sejak 1865 sebagai tempat berdoa bagi orang-orang Tiongkok yang datang ke Kupang untuk berdagang kayu cendana.

Di antaranya, terdapat Robby Lay bersama anggota keluarganya yang memanjatkan doa untuk arwah leluhur mereka, dewa langit atau Tuhan, dan 
dewa bumi. Adapun lelubur keluarga Robby datang dari Tiongkok ke Kupang pada 1613.

"Doa itu bergantung dari masing-masing orang. Kami berdoa untuk keluarga, negara dan masyarakat agar semakin makmur, aman dan sejahtera," katanya kepada wartawan, Sabtu (25//1).

Dia membakar lilin, kemudian mengambil dupa dan menyulutnya di api lilin hingga asap mengepul dan mulai tercium bau dupa. "Saya membawa dupa ke halaman depan dan berdoa mengundang arwah leluhur masuk ke ruangan dan makan," ujarnya.

Setelah mengundang arwah leluhur mereka masuk ke dalam rumah abu, Robby masuk dan berdoa. Setelah itu, anggota keluarga lainnya baru memanjatkan doa di dalam ruangan.

Baca juga: Cek Endra Didoakan Kyai NU Sukses Pimpin Jambi

Di dalam rumah abu tersebut sudah disiapkan tiga meja yang diatasnya terdapat berbagai jenis makanan, kue, buah-buahan, dan minuman, termasuk kue keranjang yang menjadi ciri khas imlek. Rumah Abu yang pernah porak-poranda karena dihujani bom oleh pesawat-pesawat tempur Jepang itu, sudah mengalami dua kali renovasi, terakhir pada 1976.

Untuk memeriahkan imlek, berbagai lokasi di Kota Kupang dihiasi lampu-lampu lampion dan pernik-pernik khas Tonghoa seperti terlihat di Jembatan Liliba di Kelurahan Liliba dan lokasi strategis lainnya, pusat pembelanjaan dan pertokoan. (OL-6)

VIDEO TERKAIT:

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More