Sabtu 25 Januari 2020, 09:49 WIB

Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Turki, 14 Orang Tewas

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Turki, 14 Orang Tewas

AFP
Ilustrasi: Gempa Bumi

 

SEDIKITNYA 14 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya terluka dalam gempa kuat di Turki timur, Jumat (24/1) malam. Gempa bermagnitudo 6,8, berpusat di Kota Sivrice, Elazig, meruntuhkan bangunan dan mengakibatkan penduduk yang panik berhamburan ke jalan-jalan.

Gempa tersebut melanda sekitar pukul 20:55 waktu setempat. Menurut Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD), ada 60 gempa susulan yang dicatat setelah gempa utama.

Baca juga: WHO: Virus Korona di Tiongkok Belum Masuk Status Darurat

Dikatakan lebih dari 400 tim penyelamat sedang menuju ke wilayah itu. Mereka juga membawa tempat tidur dan tenda bagi mereka yang terlantar. AFAD memperingatkan orang-orang untuk tidak kembali ke bangunan yang rusak jika terjadi gempa susulan.

Gubernur Elazig mengatakan 8 orang tewas di provinsi itu, sementara gubernur tetangga Malatya mengatakan 6 orang tewas di sana. Gambar-gambar TV menunjukkan layanan darurat dengan panik mencari korban yang runtuh.

"Suasana sangat menakutkan, barang-barang jatuh di atas kita. Kami bergegas ke luar," kata kantor berita AFP mengutip Melahat Can, 47, warga di Elazig.

Wilayah yang dilanda gempa, sekitar 550 km (340 mil) timur Ibu Kota Ankara, terpencil dan berpenduduk jarang, sehingga rincian kerusakan dan kematian bisa lambat muncul.

Baca juga: Virus Korona Merebak, Disneyland ShangHai Ditutup Sementara

Para pejabat telah mengirim tempat tidur, tenda, dan selimut ke daerah itu, di mana suhu semalam secara teratur turun di bawah nol derajat.

Sivrice, sebuah kota berpenduduk sekitar 4.000 orang, adalah tempat wisata yang populer di tepi danau Hazar, sumber sungai Tigris. (BBC/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More