Jumat 24 Januari 2020, 23:52 WIB

Soal Utang Jatuh Tempo, Garuda bakal Cari Pinjaman Baru

Faustinus Nua | Ekonomi
Soal Utang Jatuh Tempo, Garuda bakal Cari Pinjaman Baru

Antara/Sigid Kurniawan
Direktur Utama PT. Garuda Indonesia Irfan Setiaputra

 

DIREKTUR Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan strategi untuk melunasi hutang jatuh tempo perusahaan. Menurutnya, untuk sementara, Garuda harus mencari pinjaman baru di samping meningkatkan profit maskapai.

"Kita akan lakukan upaya-upaya negosiasi untuk mencapai utang baru. Tapi mohon dipahami bahwa kita selalu upayakan pengurangan utang tersebut dengan cara membuat bisnis profitable," ungkapnya di kantor Kementerian BUMN, Jakarta (24/1).

Diketahui, Garuda memiliki utang jatuh tempo dari sukuk global sebesar 500 juta dolar AS untuk tahun 2020. Surat utang itu dirilis perusahaan pada 2015 lalu. Untuk itu, Irfan mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk segera melunasi utang perusahaan tersebut.

"Jadi kalau anda tanya Garuda berutang, ya tipikal airlines memang harus berutang karena kalau anda beli pesawat cash harus dibeli dengan yang lain," kata dia.

Baca juga : Antisipasi Penyebaran Virus Korona, Garuda Tingkatkan kewaspadaan

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pihaknya tetap fokus meningkatkan profit perusahaan. Pasalnya, untuk jangka panjang profit tersebut bisa menuntup utang-utang perusahaan.

Selain itu, perusahaan akan berupaya menekan biaya leasing pesawat, karena menurutnya pengeluaran terbesar maskapai penerbangan adalah biaya avtur dan leasing.

"Jika memungkinkan kita menekan biaya di leasing, profit kita bisa naik dan profit ini bisa digunakan untuk mengurangi utang," sambungnya.

Dia menambahkan, meskipun pihaknya fokus untuk melunasi utang jatuh tempo, akan tetapi terkait safety dan GCG tetap menajadi prioritas manajemen. Garuda akan menjadi perusahaan negara yang membawa identitas Indonesia di dunia penerbangan internasional.(OL-7)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More