Jumat 24 Januari 2020, 21:54 WIB

Polda Jateng Tindak Tegas Premanisme

widjajadi | Nusantara
Polda Jateng Tindak Tegas Premanisme

MI/Widjajadi
Polda Jateng berantas premanisme

 

AKSI  premanisme yang seringkali memunculkan kerusuhan dan bentrok antar anggota sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan juga perguruan silat di Jawa Tengah, memantik kegeraman Polda Jawa Tengah. Unit Kejahatan dan Kekerasan ( Jatantras ) ultimatum bertindak keras terhadap ormas beserta anggotanya yang arogan dan meresahkan masyarakat.

''Setop aksi premanisme mulai detik ini.Tidak ada lagi tempat bagi para ormas premanisme, yang arogan dan merasa kuat dan benar sendiri yang ujung ujungnya hanya meresahkan masyarakat. Kita akan sikat," tegas Direktur Reserse dan Kriminal Umum ( Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Pol Budhi Haryanto, Jumat ( 24/1).

Menurut dia, Unit Jatantras Polda Jateng beberapa pekan terakhir ini telah menangkapi sejumlah anggota ormas yang terlibat bentrokan dengan senjata tajam dan juga anggota laskar yang melakukan penganiayaan terhadap warga.

Setidaknya sejak akhir tahun, di wilayah Solo Raya telah terjadi bentrok antar ormas yang melibatkan anggotanya, dengan menggunakan senjata tajam seperti clurit, golok,pedang, panas dan paser, hingga memunculkan korban luka antar anggota ormas.

Mereka yang secara arogan melakukan perkelahian secara massal di jalanan itu, telah memunculkan ketakutan luas biasa pada masyarakat, sehingga telah dilakukan penangkapan. Begitu halnya anggota laskar yang melakukan penganiayaan, juga sudah dibekuk dan diproses hukum.

Langkah Polda Jateng, tidak sekedar memproses hukum para anggota laskar yang terlibat saling bacok, namun juga meneliti kadar kekerasan maupun premanisme berselubung ormas, untuk kemudian dibuat rekomendasi bahi Kemedagri, mencabut perizinan.

''Kita teliti, tidak ada tebang pilih. Semua diperlakukan sama, yang arogan dan sering melakukan aksi premanisme, maka ormasbya akan kita rekomendasikan untuk dicabut oleh Kemendagri," imbuh Budhi didampingi Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai dan Kadit Intelkam Polda Jateng, Kombes Yoga Pranoto.

Lebih jauh dia tegaskan, bahwa pesan keras Polda Jateng terhadap premanisme ormas ini tidak berkait dengan adanya sebuah ormas di Solo, yang melayangkan surat terbuka kepada Kapolri, tentang longgarnya tindakan polisi, dalam menangani situasi darurat ormas yang sering bertikai dan menelan korban luka.

Dewan Muda Complex (DMC), ormas tersebut mendesakkan perhatian Kapolri agar membentuk tim pengawas kerja Polri dalam menangani kasus kasjs pertikaian antar ormas.

"Ini sudah kategori darurat ormas di Solo Raya, harus ada penanganan yang lebih komprehensif dari gugus kerja Polri.Unit Jatrantas Polda Jateng harus bergerak tegas terhadap ormas atau perguruan silat yang arogan dan memicu pertikaian," kata kuasa hukum DMC, Badrus Zaman.(OL-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More