Jumat 24 Januari 2020, 21:16 WIB

Sekda DKI: Revitalisasi Monas Sudah Mengacu Keppres 25/1995

Antara | Megapolitan
Sekda DKI: Revitalisasi Monas Sudah Mengacu Keppres 25/1995

MI/PIUS ERLANGGA
Pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta.

 

SEKRETARIS Daerah DKI Jakarta Saefullah menyebut revitalisasi Monumen Nasional (Monas) yang saat ini tengah dilakukan di sisi Selatan, tetap mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 1995.

"Kami tetap merujuk pada Keppres 25 tahun 1995, tidak lepas dari itu, kita buat plaza di sisi Selatan. Ini masih proses, saya berharap semua pihak bisa menunggu sampai pekerjaaan ini selesai di tengah Februari nanti kita lihat, kritisi, observasi dan kita nikmati bersama di situ," kata Saefullah.

Revitalisasi Monas tersebut, kata Saefullah, buah dari sayembara desain yang dilakukan pada akhir 2018 hingga awal 2019. Sayembara itu dimenangkan oleh arsitek Deddy Wahjudi dan timnya.

Saat ditanyakan mengenai apakah desain yang dijalankan dalam revitalisasi tersebut berasal dari rancangan awal, ataukah mengikuti rancangan hasil sayembara, Saefullah hanya menegaskan "tidak keluar dari Kepres 25 tahun 1995".

"Terus mengikuti pada Keppres 25. Kita tidak berani beranjak dari Keppres 25. Karena itu Keppres belum diubah. Sedangkan yang kita kerjakan ini adalah perintah dari Keppres," ujarnya.

Saefullah menyebutkan dalam Keppres Nomor 25 Tahun 1995, Pasal 6, Gubernur adalah "Ketua Badan Pelaksana". Sementara pada Pasal 7 poin A Keppres Nomor 25 Tahun 1995, Badan Pelaksana mempunyai tugas di antaranya:

- Rencana pemanfaatan ruang

- Sistem transportasi

- Pertamanan

- Arsitektur dan estetika bangunan

- Pelestarian bangunan bersejarah

- Fasilitas penunjang

"Dalam melaksanakan tugasnya, gubernur bertanggung jawab kepada presiden melalui komisi pengarah. Nah, pekerjaan ini yang namanya pelaporan (pada Komisi Pengarah) itu, bisa formal, bisa informal, bisa di mana saja. kebetulan pekerjaan Monas ini kemarin kita awali dari sayembara. Sudah ada keterlibatan," tutur Saefullah.

Sebelumnya, revitalisasi ini menimbulkan perhatian publik pasalnya ada sekitar 190 pohon di Monas sisi Selatan yang disebut dipindahkan, namun bekas pemindahan berupa lubang-lubang di tanah tidak terlihat. Dikabarkan pohon-pohon itu dipindahkan sebagian ke sisi Timur dan sebagian ke sisi Barat.

Nilai proyek revitalisasi Monas mencapai Rp71,3 miliar. Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa DKI, Blessmiyanda, mengatakan dari 105 perusahaan yang berminat mengerjakan proyek, hanya ada dua perusahaan yang mengajukan dokumen penawaran. Dua perusahaan itu adalah Bahana Prima (Rp64,41 miliar) dan PT Bagas Jaya (Rp66,3 miliar).(OL-4)

Baca Juga

Antara/Medcom.id

Perda Menguatkan Jaminan Sosial

👤Hld/Put/J-2 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 06:08 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza menegaskan tidak ada sanksi pidana kurungan penjara bagi warga...
Antara/Wahyu Putro

Siang Ini, Jakarta akan Dilanda Hujan dan Angin Kencang

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:15 WIB
Menurut BMKG, hujan diperkirakan terjadi pada siang, sore dan malam hari. Adapun pada pagi hari, hujan diprediksi turun di wilayah Jakarta...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Pemprov DKI Pastikan Fasilitas Kesehatan Cukup

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 03:15 WIB
ADANYA demonstrasi menentang pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja sejak pekan lalu diperkirakan akan membuat lonjakan kasus baru covid-19...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya