Jumat 24 Januari 2020, 20:33 WIB

BI : Peringkat BBB dari Fitch Cerminan Daya Tahan Ekonomi RI

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
BI : Peringkat BBB dari Fitch Cerminan Daya Tahan Ekonomi RI

Ilustrasi
Ilustrasi peringkat

 

LEMBAGA pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) mengukuhkan peringkat sovereign credit rating Indonesia pada Level BBB atau outlook stabil (Invesment Grade) pada 24 Januari 2020.

Menanggapi hal itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan, afirmasi rating Indonesia pada level BBB atau outlook stabil merupakan bentuk pengakuan Fitch atas kondisi ekonomi Indonesia yang berdaya tahan di tengah dinamika perekonomian global.

"Ke depan, Bank Indonesia akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah guna mendorong momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Perry dalam siaran pers, Jumat (24/1).

Faktor kunci yang mendukung afirmasi rating itu yakni prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah Indonesia tergolong baik dan beban utang pemerintah relatif rendah dibandingkan negara setingkat dengan rating yang sama.

Fitch menyoroti tantangan yang masih akan dihadapi Indonesia terkait tingginya sumber pembiayaan eksternal, penerimaan pemerintah yang rendah serta indikator struktural seperti tata kelola dan PDB per kapita yang masih rendah.

Baca juga : Reformasi Struktural untuk Gaet Investasi

Indonesia diperkirakan akan memiliki pertumbuhan ekonomi yang tetap resilien pada beberapa tahun mendatang. Hal itu didukung oleh berlanjutnya pembangunan infrastruktur publik dan agenda reformasi periode kedua Presiden Joko Widodo.

Upaya reformasi itu memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi asing langsung dalam jangka menengah dan bergantung pada implementasi pemerintah.

Fitch memperkirakan defisit fiskal tetap stabil di 2020. Utang pemerintah juga diperkirakan akan tetap rendah dikisaran 30,1% PDB pada 2019. Diperkirakan rasio utang Indonesia terhadap PDB hanya akan meningkat tipis pada beberapa tahun ke depan dengan asumsi batasan fiskal defisit 3% PDB tetap dijaga.

Sedangkan di sisi domestik, inflasi diperkirakan tetap rendah pada lingkungan ekonomi saat ini. Apalagi, beberapa tahun ke belakang, Indonesia berhasil menjaga inflasi dan berada dalam rentang target BI di 3,5% plus minus 1%.

Dari sisi eksternal, kondisi pasar keuangan yang cukup kondusif telah mendukung peningkatan cadangan devisa hingga mencapai 129 miliar dolar AS pada Desember 2019.

Baca juga : Indonesia Makin Seksi di Mata Investor

Fitch memprakirakan current account deficit (CAD) tetap berada pada level 2,7% PDB baik pada 2019 maupun 2020, dan sedikit membaik menjadi 2,6% pada 2021, yang lebih dari setengahnya dibiayai oleh aliran masuk investasi asing langsung, dengan sisanya dibiayai oleh aliran masuk investasi portofolio.

Implementasi reformasi struktural yang kuat dan persepsi perusahaan asing terhadap perbaikan level-playing field diharapkan dapat mendorong peningkatan aliran masuk investasi asing langsung dan memperkuat kondisi keuangan eksternal Indonesia.

Fitch memandang risiko yang bersumber dari sektor perbankan Indonesia terbatas. Rasio kredit swasta terhadap PDB hanya sebesar 36% dan rasio kecukupan modal bank tetap kuat, sebesar 23,7% pada November 2019.

Eksposur pinjaman dalam valas perbankan Indonesia tercatat sekitar 15% dari total pinjaman dengan kewajiban bank dalam valas dapat diimbangi oleh aset valas atau telah dilakukan lindung nilai, serta sebagian kewajiban adalah merupakan pembiayaan yang berasal dari perusahaan induk.

Fitch sebelumnya telah mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB/stable outlook (Investment Grade) pada 14 Maret 2019. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More