Jumat 24 Januari 2020, 18:13 WIB

Taiwan Protes tidak Dilibatkan WHO dalam Penanganan Virus Corona

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Taiwan Protes tidak Dilibatkan WHO dalam Penanganan Virus Corona

ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Bentuk virus Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV)

 

TAIWAN salah satu negara yang telah terdampak oleh virus pneumonia mematikan yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok. Seorang pasien yang dikonfirmasi dengan virus mirip SARS itu muncul di Taiwan pada 22 Januari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengadakan pertemuan darurat pada 22 Januari dan mengundang negara-negara dengan kasus yang dikonfirmasi untuk hadir. Namun, Taiwan tidak diundang ke pertemuan itu karena hambatan dari Tiongkok.

Taiwan letaknya berdekatan dengan Tiongkok dan karena itu ancaman terkena infeksi sangat besar.

"Ketika WHO menganggap situasi ini sebagai hal yang mendesak dan mengadakan pertemuan darurat, seharusnya mengundang Taiwan untuk bergabung dalam upaya pencegahan epidemi," ujar Taiwan dalam sebuah keterangan yang didistribusikan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO) di Jakarta, Jumat (24/1).

Taiwan menyebut alasan Taiwan tidak bisa menjadi negara anggota WHO disebabkan karena Beijing telah memperkuat 'prinsip satu China' di organisasi itu.

Namun demikian, Tiongkok masih berkeras pada pandangan politik, dan mencegah Taiwan untuk berpartisipasi dalam pertemuan darurat WHO. Partisipasi Taipei dalam organisasi internasional harus berdasarka pada Prinsip Satu China.

"Tindakan yang mengabaikan kesehatan warga Taiwan dan seluruh dunia ini sangatlah keterlaluan!" kata pernyataan itu.

Taiwan menyerukan WHO untuk mengedepankan pertimbangan profesional medis, menghapus prasangka politik, dan mengundang mereka untuk berpartisipasi dalam pertemuan, mekanisme, dan aktivitas terkait epidemi ini.

Pemerintah Tiongkok, kata TETO, tidak punya hak mengesampingkan Taiwan dari sistem pencegahan epidemi global, apalagi mengabaikan kesejahteraan rakyat negara itu.

Saat ini, ada lebih dari 300.000 warga Indonesia yang bekerja, belajar, dan tinggal di Taiwan. Taipei melakukan langkah-langkah pencegahan epidemi demi kesehatan dan keselamatan warganya dan semua warga asing yang tinggal di negara itu.

Taiwan berada di garis depan dalam perjuangan melawan virus corona baru.

Taiwan juga menghimbau Indonesia dan negara-negara lain di dunia untuk berdiri di garis depan bersama dengan Taiwan untuk memerangi epidemi baru dari Tiongkok.

Ditegaskan, virus pneumonia Wuhan berasal dari Tiongkok dan menyebar karena pemerintah Beijing menyembunyikan epidemi ini pada tahap awal.

"Masyarakat internasional tentu masih ingat ketika sindrom pernafasan akut parah (SARS) yang terjadi pada 2003 juga karena hambatan politik "Prinsip Satu China", sehingga Taiwan kesulitan mendapatkan bantuan pertama dari WHO, yang mengakibatkan tragedi yang menewaskan puluhan staf medis Taiwan dan warga yang tidak bersalah," tandas TETO. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More