Sabtu 25 Januari 2020, 04:00 WIB

Apakah Anak-anak Bisa Mengalami Eating Disorder?

Raka Lestari | Humaniora
Apakah Anak-anak Bisa Mengalami Eating Disorder?

funender.com

 

BAGI  sebagian orang tua, memberikan makan kepada anak-anak yang pemilih makanan bisa menjadi salah satu hal yang menantang. Terkadang orang tua dengan cepat menganggap anak-anak yang sulit untuk makan atau memilih-milih makanan mengalami gangguan makan atau eating disorder, sama seperti yang dialami oleh orang dewasa.
 
Namun sebenarnya, menurut para ahli biasanya anak-anak bukanlah mengalami eating disorder seperti yang dialami oleh para orang dewasa. Dr Joy Jacobs, seorang psikolog klinis mengatakan bahwa hal tersebut lebih karena pengendalian berat badan, masalah citra tubuh, atau kebutuhan emosional.
 
“Pada anak-anak yang usianya lebih muda, biasanya disebabkan karena masalah sensoris dibandingkan masalah emosional,” ujar Jacobs.

Carol Elliott, pendiri Pediatric Feeding Institute, menambahkan pada masalah eating disorder, biasanya penderitanya bukan tidak menyukai makanan tertentu atau tidak dapat mengunyah makanan.
 
"Esting disorder biasanya lebih kepada masalah psikologis disertai dengan masalah pada tubuh atau masalah lainnya,” kata Elliott.
 
Eating disorder adalah anoreksia, bulimia, dan beberapa gangguan lainnya. "Dan hal tersebut tidaklah sama dengan balita atau anak-anak yang pemilih dalam hal makanan,” ujar Elliott. Dr Jacobs mengatakan bahwa eating disorder baru bisa terjadi pada anak-anak usia sekolah yang sudah pernah mengalami bullying atau body shaming.
 
Jika masalah sensorik lebih dominan dibandingkan masalah emosional pada anak-anak yang sering menolak makanan, penyebabnya mungkin adalah feeding disorder bukanlah eating disorder. Meskipun terdengan mirip, tetapi keduanya merupakan hal yang berbeda.
 
Menurut Kennedy Krieger Institute, anak-anak yang mengalami tantrum pada waktu makan, kesulitan mengonsumsi makanan dengan tekstur tertentu, menolak beberapa jenis makanan, itu bisa menjadi bahwa anak Anda mengalami feeding disorder.
 
Dan jika Anda khawatir dengan kebiasaan makan anak Anda yang kurang maksimal, atau bahkan memiliki efek samping seperti gangguan pada pertumbuhannya Elliott menyarankan untuk segera konsultasikan kepada ahli.
 
Apapun masalah yang berkaitan dengan makanan yang dialami oleh anak Anda, semakin cepat orang tua menyadarinya makan bisa semakin cepat untuk dilakukan perawatan lebih lanjut.  (Medcom/OL-14)

Baca Juga

 MI/VICKY GUSTIAWAN

Kasus Aktif Covid-19 Turun 6,7 Persen

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 06:08 WIB
Kasus aktif covid-19 pada 20 September 2020 turun 6,7 persen menjadi 16,93 persen dari 23,6 persen pada 20 September...
ANTARA/PTFI

Dua Spesies Baru Kepiting Ditemukan di Area Kerja Freeport

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:37 WIB
Dua spesies baru kepiting bernama Typhlocarcinops robustus dan Typhlocarcinops raouli ditemukan di kawasan muara Ajkwa, area kerja PT...
Sumber: AFP/WHO/Tim Riset Mi-NRC/ Grafis: SENO

Reinfeksi Covid-19 Nyata Adanya

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:30 WIB
Antibodi ialah zat yang dibentuk dalam darah untuk melawan bakteri dan virus. Seperti pada wabah SARS dan MERS, antibodi menurun seiring...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya