Jumat 24 Januari 2020, 14:35 WIB

WNI di Wuhan : Kami Berharap Bisa Segera pulang ke Indonesia

Rifaldi Putra Irianto | Internasional
WNI di Wuhan : Kami Berharap Bisa Segera pulang ke Indonesia

Hector Retamal/AFP
Seorang perawat (tengah) menggunakan baju pelindung saat memeriksa warga di Wuhan Fifth Hospital, Wuhan, Tiongkok.

 

PEMERINTAH Tiongkok mengambil tindakan tegas terkait penyebaran virus korona baru, bahkan Pemerintah memutuskan untuk mengisolasi kota Wuhan, yang merupakan tempat pertama virus tersebut di temukan.

Salah seorang WNI di kota tersebut mengatakan semua transportasi dari dan menuju kota tersebut telah ditangguhkan, mulai dari pelayanan transportasi darat, bus, kereta hingga, transportasi udara.

"Sejak hari Kamis 23 Januari, jam 10 pagi, Tianhe International Airport Wuhan sudah ditutup, tidak bisa keluar-masuk pesawat lagi, Transportasi darat seperti bus, kereta api dan MRT juga ditutup. Bahkan hanya untuk keluar kota dari wuhan yang jaraknya hanya 30 menit saja kami tidak bisa," ucap Fadil mahasiswa Indonesia di Central China Normal University, Wuhan, kepada Media Indonesia, Jumat, (24/1).

Baca juga : Virus Korona Baru dari Wuhan Telah Menewaskan 25 Orang

Mahasiswa Doktoral Psikologi Pendidikan itu mengaku tak dapat berbuat banyak, dan berharap perhatian lebih dari pemerintah Indonesia untuk dapat melakukan evakuasi bagi WNI yang berada di Wuhan, Hubei, Tiongkok.

"Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok di Wuhan sudah berkoordinasi dengan pihak KBRI Beijing dan sudah dikeluarkan surat imbauan. Kami juga sudah mendata berapa banyak mahasiswa Indonesia yang masih stay di Wuhan," ucapnya.

Saat ditanya ihwal, apakah ada rencana evakuasi dari pemerintah Indonesia, ia mengatakan sejauh ini belum ada informasi tersebut. "Sampai saat ini kami belum menerima info akan adanya evakuasi," tutur Fadil.

"Kami berharap ada evakuasi supaya kami bisa segera pulang ke Indonesia," harap Fadil.

Meskipun hingga saat ini pemerintah Tiongkok dan pihak Central China Normal University, dikatakanya selalu melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan rutin.

Tapi, Fadil mengaku dirinya merasa khawatir akan terinfeksi virus tersebut selalu ada jika tetap berada di Kota Wuhan.

"Kalau langkah dari pihak kampus, hanya memberi surat edaran, membagikan masker dan sabun cuci tangan gratis, dan melakukan pengecekan suhu tubuh secara rutin setiap hari. Jadi di asrama ada volunteer yang memantau kami, sementara dari pemerintah wuhan, kemarin sore sudah menyebarkan disinfektan ke udara untuk membunuh virus," ucapnya.

"Iya (rasa khawatir) pasti ada," ungkap Fadil yang menambahkan bahwa harga bahan makanan juga naik berkali lipat karena terpengaruh maraknya virus korona dan jelang perayaan Tahun Baru Imlek.

"Iya agak naik (harga bahan makanan), kemarin belanja kok agak mahal, Ya mau gimana, namanya butuh ya harus beli," sebut Fadil.

Sebelumnya, Kemenlu RI mengatakan evakuasi WNI dari Wuhan belum memungkinkan karena pemerintah setempat mengisolasi kota itu mulai kemarin untuk mencegah meruyaknya sebaran virus korona.

"WNI di Wuhan tidak boleh keluar. Orang dari luar pun dilarang masuk," ujar Juru Bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah.

Menlu RI Retno Marsudi memastikan hingga kemarin belum ada laporan perihal WNI di Wuhan dan sekitarnya terpapar virus korona. Berdasarkan data KBRI per Desember 2019, jumlah mahasiswa WNI di Wuhan dan sekitarnya tercatat 428 orang. (Rif/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More