Sabtu 25 Januari 2020, 01:30 WIB

Makanan dan Minuman yang Dihindari Ketika Asam Lambung Naik

Raka Lestari | Humaniora
Makanan dan Minuman yang Dihindari Ketika Asam Lambung Naik

Ilustrasi

 

ASAM lambung yang naik biasanya akan menyebabkan heartburn. Hal ini ditandai dengan sensasi terbakar yang tidak nyaman di dada atau rasa pahit atau asam di kerongkongan. Ketika hal ini terjadi, penting untuk Anda memerhatikan pola makan yang tepat. Beberapa makanan justru bisa menyebabkan heartburn yang dialami tersebut bertambah parah.
 
Berikut ini adalah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari ketika mengalami heartburn:
 
Kopi
Menurut Gale Pearson, seorang ahli diet terdaftar di Physicians di Newport News, mengatakan bahwa beberapa stimulan seperti kafein dapat melemaskan sfingter esofagus bagian bawah (LES) yang menyebabkannya tidak menutup dengan benar. “Asam lambung akan naik ke kerongkongan dan kembali ke perut sehingga menyebabkan rasa mulas,” kata Pearson.
 
Makanan pedas
 Mengonsumsi makanan pedas sebaiknya dihindari ketika Anda sedang mengalami heartburn. Jika Anda tidak sengaja mengonsumsinya, ada baiknya untuk tidak tidur sesaat setelah mengonsumsinya. University of Pittsburgh Medical Center merekomendasikan untuk tidak tidur setidaknya dua jam setelah makan sehingga makanan bisa turun ke dalam perut dengan sempurna.
 
Makanan asam
Makanan asam seperti jeruk dan lemon mengandung banyak asam sitrat. Lapisan perut kita dapat menangani asam, tetapi kerongkongan tidak bisa mengatasinya. Asam lambung yang naik akan tertahan di kerongkongan dapat menyebabkan mulas dan maag.
 
Pizza
"Pizza bisa menjadi salah satu makanan terburuk karena mengandung banyak penyebab heartburn,” kata Kate Patton, ahli diet terdaftar di Cleveland Clinic’s Heart and Vascular Institute. "Saus tomat sangat asam, dan keju tinggi lemak, yang memperlambat perut dari pengosongan dan memperparah heartburn.”
 
Susu
 Berbagai jenis makanan berlemak tinggi seperti susu full cream dapat menyebabkan sensasi terbakar yang membuat tidak nyaman karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dicerna dalam perut, menurut  Cleveland Clinic. Jika ingin tetap mengonsumsi susu, bisa pilih dengan kandungan low-fat.  (Medcom/OL-14)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More