Jumat 24 Januari 2020, 09:20 WIB

Empat Tahun Vakum, RJ Lino kembali Diperiksa KPK

Medcom/P-2 | Politik dan Hukum
Empat Tahun Vakum, RJ Lino kembali Diperiksa KPK

ANTARA/SIGID KURNIAWAN
Mantan Dirut PT Pelindo II RJ Lino bersiap menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

 

EKS Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Richard Joost (RJ) Lino dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia diperiksa sebagai tersangka setelah kasusnya bertahun-tahun terombang-ambing .

"Ini proses yang harus dihadapi. Ya saya akan hadapi itu. I know what I'm doing," kata Lino sebelum memasuki Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga quay container crane (QCC) di PT Pelindo II itu tidak diperiksa sendirian. Bersama Lino, KPK memanggil Dirut PT Jayatech Putra Perkasa Paulus Kokok Parwoko. "Yang bersangkutan (Paulus) akan diperiksa untuk tersangka RJL (RJ Lino)," kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri, saat dimintai konfirmasi.

RJ Lino diduga menyalahgunakan wewenangnya untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, dan atau korporasi saat menjadi Dirut Pelindo II. Dia menunjuk langsung perusahaan asal Tiongkok, Wuxi Huadong Heavy Machinery, sebagai pelaksana proyek pengadaan QCC.

Menurut KPK, pengadaan tiga QCC itu tidak disesuaikan dengan persiapan infrastruktur yang memadai (pembangunan powerhouse) sehingga menimbulkan inefisiensi.

Ahli teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan analisis estimasi biaya dengan memperhitungkan peningkatan kapasitas QCC dari 40 ton menjadi 61 ton serta eskalasi biaya akibat dari perbedaan waktu.

Atas dasar perhitungan itu, ditemukan potensi kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya US$3.625.922 (sekitar Rp50,03 miliar) yang juga tercantum pada Laporan Audit Investigatif BPKP atas Dugaan Penyimpangan dalam Pengadaan 3 Unit QCC di Lingkungan PT Pelindo II Tahun 2010 No: LHAI 244/D6.02/2011 Tanggal 18 Maret 2011.

KPK, menurut Ali Fikri, telah menerima hasil audit perhitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan QCC di PT Pelindo II Tahun Anggaran 2015-2016 tersebut. Namun, Ali mengaku belum bisa merinci nilai kerugia

KPK menetapkan RJ Lino sebagai tersangka sejak Desember 2015. Namun, pengusutan kasus ini belum juga rampung. Penyidik bahkan belum menahan RJ Lino. Dia terakhir diperiksa pada 5 Februari 2016. (Medcom/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More