Jumat 24 Januari 2020, 07:52 WIB

Virus Korona Terdeteksi di Singapura, PM Lee Minta Warga Tenang

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Virus Korona Terdeteksi di Singapura, PM Lee Minta Warga Tenang

AFP
Kementerian Kesehatan Singapura mengeluarkan kartu imbauan tentang virus korona yang dibagikan ke penumpang di Bandara Changi.

 

PERDANA Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong menyerukan warga Singapura harus tenang tapi waspada, saat pemerintah menerapkan langkah-langkah untuk menjaga semua orang aman dan tidak terpapar virus korona. Seruan datang pemerintah Singapura, setelah kasus pertama virus pneumonia mematikan asal Wuhan, Tiongkok, terkonfirmasi di Singapura.

Berbicara dalam pesan Tahun Baru Imlek, Jumat (24/1), Lee mengatakan pemerintah sangat siap untuk menangani virus korona baru, yang telah menewaskan 17 orang di Tiongkok dan membuat ratusan orang sakit.

Pada Kamis (23/1), Departemen Kesehatan Singapura (MOH) mengumumkan seorang lelaki Tionghoa berusia 66 tahun dari Wuhan, yang berada dalam isolasi dan dalam kondisi stabil, dinyatakan positif terkena virus korona baru.

Berbicara dari Davos, tempat Lee menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF), ia mengikuti dengan cermat kesiapan Singapura melawan virus tersebut.

"Kita baru saja memiliki kasus pertama kita di Singapura. Ini sudah diduga, mengingat tingginya volume perjalanan internasional di sini," ujar Lee.

"Tapi kita sangat siap, karena kita telah bersiap untuk situasi seperti itu, sejak kita menangani SARS pada 2003," tegasnya.

"MOH sekarang telah mengaktifkan rencana untuk melawan penyebaran virus, yang sejauh ini tampaknya tidak sama mematikannya dengan SARS. Warga Singapura harus tenang tetapi waspada saat kami menerapkan langkah-langkah untuk menjaga semua orang aman dan sehat," imbuh Lee.

Dalam briefing media, Kamis (23/1) malam, MOH menyebut warga Wuhan-yang tiba di Singapura bersama keluarganya pada 20 Januari tersebut, terbang dari Guangzhou dengan penerbangan China Southern CZ351.

Dia melaporkan mengalami sakit tenggorokan saat dalam penerbangan tetapi tidak demam. Pria itu menderita demam pada hari berikutnya dan mulai batuk. Ketika dia memeriksakan diri di Singapore General Hospital (SHG) Rabu, dia segera diisolasi, didiagnosis dengan pneumonia, dan diidentifikasi ke Departemen Kesehatan sebagai kasus yang diduga. Dia dinyatakan positif terkena virus korona baru pada pukul 18.00, Kamis.

baca juga: WNI di Wuhan Minta Dievakuasi

Kementerian sudah melakukan pelacakan kontak untuk mengidentifikasi sekitar 30 orang dalam penerbangan si pria yang duduk dua baris di depan dan dua baris di belakangnya. MOH mengatakan, sudah ada 28 kasus yang dicurigai, dengan usia berkisar dari satu hingga 78 tahun. Dari ini, tujuh telah diuji negatif. (Channel News Asia/OL-3)

 

Baca Juga

AFP/JOSEP LAGO

Restoran yang Tutup di Spanyol Kirim Makanan bagi Petugas Medis

👤Nur Aivanni 🕔Senin 06 April 2020, 12:20 WIB
Beberapa restoran dan bar di Barcelona yang sudah tutup karena pandemi covid-19 terlibat dalam gerakan solidaritas untuk memasak hamburger,...
AFP/Enrique Ortiz

Miris, Jasad Korban Covid-19 Tergeletak di Jalanan Ekuador

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 06 April 2020, 11:31 WIB
Pemerintah Ekuador pun meminta maaf atas situasi yang memprihatinkan di tengah pandemi...
AFP/Jung Yeon-je

Korsel Laporkan Kasus Baru Covid-19 Terendah Sejak Awal Pandemi

👤Nur Aivanni 🕔Senin 06 April 2020, 11:21 WIB
KCDC melaporkan ada 47 infeksi baru yang menjadikan penghitungan nasional menjadi 10.284. Sementara itu, angka kematian meningkat tiga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya