Jumat 24 Januari 2020, 07:37 WIB

Empat Tahun Statusnya Digantung, RJ Lino Akhirnya Diperiksa KPK

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Empat Tahun Statusnya Digantung, RJ Lino Akhirnya Diperiksa KPK

ANTARA
Mantan Dirut PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) RJ Lino (kanan) menunggu untuk menjalani pemeriksaan di Kantor KPK, Kamis (23/1/2020).

 

MANTAN Dirut PT Pelindo II RJ Lino menjalani pemeriksaan selama hampir 12 jam di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (23/1) malam. Lino menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan quay container crane (QCC). Namun ia tidak ditahan penyidik KPK.

Seusai menjalani pemeriksaan, Lino mengaku bersyukur akhirnya kembali diperiksa KPK. Ia berharap segera ada kejelasan mengenai kasusnya lantaran sudah menjadi tersangka sejak 2015.

"Saya berterima kasih karena setelah menunggu 4 tahun akhirnya saya dipanggil. Saya terakhir ke sini (diperiksa KPK) Februari 2016 jadi sudah empat tahun. Saya harap proses ini bisa menjelaskan soal status saya," ujar Lino kepada wartawan, Kamis (23/1) malam.

Lino yang diperiksa sejak pagi baru keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 21.50 WIB. Ia mengaku dicecar berbagai pertanyaan soal kasus yang menjeratnya. Ia pun mengatakan telah membeberkan segala persoalan pengadaan QCC itu kepada penyidik.

"Apa yang ditanyakan (penyidik) sudah saya jawab semua. Mudah-mudahan itu menjadi dasar selanjutnya. Saya harap dengan demikian status saya menjadi lebih jelas," imbuhnya.

Ditanyai seputar hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang telah rampung menghitung kerugian negara dalam kasus tersebut, Lino enggan membahasnya.

Ia justru menyatakan ketika menjabat di Pelindo II telah banyak berbuat untuk perusahaan plat merah itu.

"Saya tidak mau menjawab itu karena itu tugas instansi lain. Saya ingin sampaikan satu hal. Saya waktu masuk ngurusin Pelindo itu asetnya Rp6,5 triliun. Waktu saya berhenti aset Pelindo menjadi Rp45 triliun. Artinya saya bikin perusahaan itu kaya berapa kali," ucapnya.

baca juga: Tren Positif Perjuangan Melawan Rasuah

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan salah satu materi pemeriksaan terhadap Lino ialah soal hasil audit dari BPK. Menurut Ali, KPK sudah mendapat informasi mengenai laporan audit BPK mengenai kerugian negara dalam kasus itu. Pemeriksaan kali ini untuk melengkapi berkas penyidikan. Namun, ia enggan membeberkan nilai kerugian dalam kasus itu. KPK yakin bisa menuntaskan kasus ini hingga naik ke pengadilan.

"Penyidik sedang menyelesaikan berkas perkaranya dan tidak dengan waktu yang lama nanti proses itu akan segera dilimpahkan ke pengadilan," ucap Ali. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More