Jumat 24 Januari 2020, 07:45 WIB

Mereka Sigap Antisipasi Serangan Korona

Hilda Julaika/X-11 | Humaniora
Mereka Sigap Antisipasi Serangan Korona

ANTARA FOTO/Reno Esnir/pras
Sejumlah karyawan menggunakan masker saat keluar dari gedung BRI 2, Jakarta, Kamis (23/1/2020)

 

KANTOR Bank Rakyat Indonesia (BRI) Gedung II di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, kemarin mengundang perhatian publik lantaran dugaan tersebarnya virus korona pada salah satu pegawai PT Huawei Tech Investment yang tengah mengunjungi Gedung BRI tersebut.

Pegawai asal Tiongkok itu mengalami demam sehingga muncul dugaan ia terserang virus korona. Pihak BRI pun bergegas melarikan pegawai tersebut ke Rumah Sakit Siloam Semanggi.

"Seorang karyawan dari Tiongkok yang mengunjungi kantor kami di Jakarta mengalami demam. Kami dengan tanggap telah mengantarkan karyawan tersebut untuk segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit," ujar Corporate Secretary BRI Hari Purnomo melalui keterangan resmi, kemarin.

Sontak hal ini sempat membuat heboh pegawai di Gedung BRI, terutama di tengah gencarnya informasi penyebaran virus korona. Kabar itu pun lantas menyebar ke masyarakat.

Berdasarkan pengamatan Media Indonesia, bank milik negara ini membagikan sejumlah masker bagi pegawai. Prosedur itu dilakukan sebagai langkah antisipasi pertama jika benar virus tersebut bersarang di area BRI. Bahkan, pihak luar yang hendak memasuki gedung BRI pun dianjurkan untuk mengenakan masker kesehatan tersebut.

"Mengenai pembagian masker di kantor kami, langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur serta bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan di lingkungan kerja kami," papar Hari.

Akhirnya, sekitar pukul 16.00 WIB, Direktur Konsumer BRI mengonfirmasi bahwa karyawan Huawei itu terkonfirmasi tidak terserang virus korona. Seusai diperiksa, hasil diagnosis menyatakan karyawan tersebut hanya terserang radang tenggorokan biasa.

"Terkait dengan pegawai Huawei yang menyewa tenant di Gedung BRI 2, setelah diperiksa dan pegawai Huawei yang sudah demam dibawa ke Siloam Semanggi, ternyata hasil diagnosisnya ialah radang tenggorokan biasa," ujar Handayani melalui pesan singkatnya.

Dengan kejadian ini, pihak BRI mengingatkan semua pihak agar selalu memperhatikan faktor kesehatan di lingkungan kerja. Meskipun masih dalam bentuk dugaan penyebaran virus, pihaknya memastikan untuk memberikan tindakan paling awal dan sederhana melalui pemberian masker dan segera membawa karyawan ke rumah sakit.

Pihaknya juga menjamin keselamatan dan kesehatan kerja didasarkan pada Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Sistem tersebut diperuntukkan para pegawai BRI di lingkungan perkantoran.

Hal itu pun selaras dengan peraturan yang tercantum pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 48 Tahun 2016. (Hilda Julaika/X-11)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More