Jumat 24 Januari 2020, 07:09 WIB

WNI di Wuhan Minta Dievakuasi

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
WNI di Wuhan Minta Dievakuasi

AFP/HECTOR RETAMAL
Penumpang berdiri sendiri saat tiba di Stasiun Wuhan, Tiongkok, kemarin

 

PEMERINTAH menyatakan belum ada WNI di Tiongkok, khususnya di Kota Wuhan, yang terpapar virus korona. Kendati demikian, WNI yang berada di kota itu meminta mereka dievakuasi secepatnya apabila situasi semakin memburuk.

"Alhamdulillah belum ada WNI terjangkit. Kami terus berkomunikasi dengan KBRI. Evakuasi WNI dari Wuhan diperlukan jika situasi mengkhawatirkan," kata Syaifuddin Zuhri, mahasiswa Indonesia di Central China Normal University, Wuhan, kepada Media Indonesia, kemarin.

Mahasiswa doktoral hubungan internasional itu mengaku harga bahan makanan naik berkali lipat karena terpengaruh maraknya virus korona dan jelang perayaan Imlek.

"Hotel-hotel sudah tidak lagi membolehkan tamu asing menginap. Mulai hari ini (kemarin) transportasi publik dari dan ke Wuhan disetop sampai 31 Maret," lanjut Zuhri.

Kemenlu RI mengatakan evakuasi WNI dari Wuhan belum memungkinkan karena pemerintah setempat mengisolasi kota itu mulai kemarin untuk mencegah meruyaknya sebaran virus korona. "WNI di Wuhan tidak boleh keluar. Orang dari luar pun dilarang masuk," ujar Juru Bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah.

Menlu RI Retno Marsudi memastikan hingga kemarin belum ada laporan perihal WNI di Wuhan dan sekitarnya terpapar virus korona. Berdasarkan data KBRI per Desember 2019, jumlah mahasiswa WNI di Wuhan dan sekitarnya tercatat 428 orang. "Kami intens berkomunikasi dengan KBRI mengenai keberadaan WNI di sana," papar Menlu Retno.

Negatif

Menkes Terawan Agus Putranto memastikan Indonesia siap mencegah dan menangani korban virus korona. "Kami mengawasi 135 pintu masuk di seluruh Indonesia. Orang boleh masuk, tetapi penyakit enggak boleh," kata Menkes.

Hingga kemarin di seluruh Tiongkok lebih dari 570 orang terinfeksi virus korona. Sebagian besar ditemukan di Wuhan yang berpenduduk 11 juta jiwa. Sebanyak 17 orang meninggal. Pasar yang menjual hewan liar ilegal diidentifikasi sebagai pemicu menyebarnya virus mematikan itu.

Selain Wuhan, pemerintah Tiongkok juga mengisolasi Kota Huanggang yang berpenduduk 7,5 juta jiwa demi mencegah penyebaran virus Korona.

Di berbagai daerah di Indonesia belum ditemukan kasus penyakit yang disebabkan virus korona. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Ngurah Rai Bali meningkatkan kewaspadaan karena banyak turis dari negara terpapar bergerak dari satu negara ke negara lain kemudian baru berkunjung ke Bali.

"Sebelumnya kami fokus memeriksa turis Tiongkok, Jepang, Korea, dan Thailand. Kini semua penumpang dicek. Hingga sore ini (kemarin) Bali masih negatif," ujar Kepala KKP Bandara Ngurah Rai, Putu Alit Sudarma. (Tim/X-3)

Baca Juga

AFP/File/Brendan Smialowski

Di Tengah Pandemi Covid-19, Korut Kembali Tembakkan Misil

👤Deri Dahuri 🕔Minggu 29 Maret 2020, 08:55 WIB
Dua roket yang ditembakkan ke arah timur dari kota pelabuhan Wonsan dan melesat sejauh 230 kilometer dengan ketinggian 30 kilometer...
AFP/Frederic J. BROWN

Paramedis AS Bertugas dalam Kecemasan

👤NUR AIVANNI 🕔Minggu 29 Maret 2020, 07:00 WIB
Dokter dan perawat bekerja sepanjang waktu untuk merawat pasien yang...
(Photo by JIM WATSON / AFP)

Paramedis AS Bertugas dalam Kecemasan

👤 (BBC/AFP/Nur/I-1) 🕔Minggu 29 Maret 2020, 06:00 WIB
PEKERJA medis di pusat pandemi virus korona baru (covid-19) Amerika Serikat, New York, berjuang dengan jam kerja yang panjang dan kebutuhan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya