Kamis 23 Januari 2020, 23:12 WIB

Perguruan Tinggi Dukung Pilot Project Perbenihan Jagung Hibrida

mediaindonesia.com | Nusantara
Perguruan Tinggi Dukung Pilot Project Perbenihan Jagung Hibrida

Istimewa
Kegiatan pilot project pengembangan perbenihan jagung hibrida yang berbasis korporasi petani di Provinsi Sulawesi Utara.

 

PROVINSI Sulawesi Utara (Sulut) diprogramkan menjadi menjadi wilayah sentra perbenihan jagung hibrida yang berorientasi ekspor.

Kegiatan pilot project pengembangan perbenihan jagung hibrida yang berbasis korporasi petani selama 2019 di Provinsi Sulut yang luasnya mencapai 250 hektare terbagi menjadi lima kabupaten/kota.

Seluruh alokasi tersebut telah terlaksana 100 %. Hal tersebut telah menjadi salah satu pertimbangan pemberian alokasi korporasi jagung di tahun 2020 sebesar 500 ha.

Pilot project korporasi tersebut sebagai stimulan model pemberdayaan petani dengan kemitraan yang diharapkan pada tahun berikutnya para petani bisa mandiri dengan modal swadaya, akses kredit usaha rakyat (KUR) dan sumber pembiayaan lainnya. Model korporasi ini akan ditiru di wilayah sekitar dan  direplikasi di lokasi lain

"Kondisi yang ada saat ini di Sulut sangat menyakinkan dan bahkan Sulut sudah dianggap mampu untuk tidak impor benih dari wilayah lain," jelas Takdir Mulyadi, Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan pada Rapat Persiapan Kerja Sama Kegiatan Korporasi antara Kementerian Pertanian dan Universitas Sam Ratulangi di Manado, Sulut.

"Bahkan diharapkan hasil panen benih tersebut mampu diekspor ke negara tetangga seperti  Filipina khususnya dalam waktu dekat Kabupaten Minahasa yang memperoleh alokasi sebesar 100 hektare diprediksi akan panen benih jagung hibrida pada Februari 2020," tutur Takdir.

Sejalan dengan penjelasan Direktur Perbenihan, Staf Khusus Menteri Pertanian Prof Imam, menjelaskan bahwa Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tengah memfokuskan untuk peningkatan ekspor pertanian.

"Saat ini perspektifnya, bukan hanya fokus on farm tetapi juga off farm serta menanam bukan hanya untuk panen benih tapi juga mampu untuk mengekspor benih yang dipanen itu," tutur Prof.Imam 

Prof.mam menambahkan bahwa kegiatan korporasi benih ini dilaksanakan dengan kerja sama antar-Eselon I Kementerian Pertanian seperti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan Badan Karantina Pertanian (Barantan).

Dengan kerja sama antar-Eselon I Kementan, diharapkan bahwa seluruh pihak yang terkait dapat bekerja secara efisien agar target pertumbuhan sebesar 7% dapat dicapai. 

Dalam rangka mensukseskan program korporasi ini, perguruan tinggi  dalam hal ini Universitas Sam Ratulangi diharapkan mampu mengawal dari segi penggunaan varietas unggul, pengawalan budidaya pertanian nya dengan efektif dan efisien. 

"Jadi jika semua pihak terkait tersebut mampu untuk bekerjasama dengan baik dalam mencapai target yaitu produksi benih yang berkualitas maka tidak mustahil jika Provinsi Sulawesi Utara mampu menjadi wilayah ekspor benih khususnya benih jagung hibrida," pungkas Prof.Imam.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Manado Prof Robert Molenaar yang turut hadir dalam rapat tersebut menyambut baik rencana kerja sama tersebut.

"Kami menyambut baik adanya kerja sama dalam kegiatan ini, kami siap untuk berkolaborasi dan mendukung demi terlaksananya kegiata korporasi ini dengan menyiapkan tenaga pengajar dan mahasiswa kami untuk ikut serta dalam pelaksanaan nantinya," tutur Prof Robert Molenaar.

Ia menambahkan bahwa kemandirian petani untuk mampu memenuhi produksi benih secara mandiri menjadi program utama Kementan pada tahun 2020. Hal tersebut sejalan dengan arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More