Jumat 24 Januari 2020, 04:20 WIB

Demokrat Tolak Usulan Pertukaran Saksi

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Demokrat Tolak Usulan Pertukaran Saksi

(Photo by Mandel NGAN / AFP)
Manajer House Leader Adam Schiff berbicara kepada pers di Gedung Kongres AS Partai Republik dan Demokrat berjuang untuk memanggil saksi

 

PARTAI Demokrat Amerika Serikat (AS) menepis upaya 'pertukaran saksi' dengan Partai Republik dalam sidang pengadilan pemakzulan Presiden Donald Trump di Senat AS.

Anggota parlemen asal Demokrat, yang sebelumnya berusaha untuk melengserkan Trump dari Gedung Putih, berharap untuk mendengarkan kesaksian dari mantan Penasihat Keamanan Nasional Trump, John Bolton.

Namun, Demokrat menolak usulan beberapa pihak yang ikut meminta agar Hunter Biden, yakni putra mantan Wakil Presiden AS asal Demokrat, Joe Biden, dipanggil sebagai saksi.

Hunter Biden pernah menjadi anggota dewan pengurus di sebuah perusahaan energi di Ukraina ketika ayahnya menjadi wapres.

Demokrat, yang berkuasa di DPR AS, tetapi menjadi minoritas di Senat AS, memiliki waktu hingga tiga hari ke depan untuk mengajukan argumentasi mereka dalam persidangan pemakzulan di Senat.

Sementara itu, tim pembela Trump dari kubu Republik akan memiliki waktu tiga hari setelah itu untuk menyampaikan sanggahan.

Sehari berikutnya akan digunakan untuk tanya-jawab oleh para senator yang bertugas sebagai juri.

Desakan Demokrat

Demokrat menuduh presiden Trump menggunakan bantuan militer AS sebagai alat tawar-menawar dalam upaya mendorong Ukraina agar mau menyelidiki dan mendiskreditkan calon penantang potensial Trump dari Demokrat, Joe Biden.

Menurut kubu Demokrat, Trump telah berbuat curang agar bisa terpilih lagi sebagai Presiden AS di 2020.

"Trump telah meminta bantuan negara asing. Ketika ketahuan, Trump lalu menyalahgunakan kekuasaannya untuk menghalangi upaya penyelidikan oleh Kongres," ujar pimpinan tim penuntut di Senat AS, Adam Schiff.

Schiff lalu memohon kepada 100 anggota Senat untuk tidak bersikap partisan dalam kasus pemakzulan Trump.

Ia mendesak mereka untuk mau mempertimbangkan kesaksian dari sejumlah pejabat yang memberatkan Trump, seperti Duta Besar Gordon Sondland dan Marie Yovanovitch maupun mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional, Fiona Hill.

"Mereka mempertaruhkan karier saat bersaksi. Jika mereka berani bersikap, seharusnya Anda juga bertindak yang sama," tegas Schiff.

Pidato Schiff tersebut lalu dipuji sejumlah pengamat.

Di sisi lain, kubu Republik terlihat masih terus berjuang membela Trump. Mereka kini menjadi mayoritas di Senat AS dengan perbandingan 53:47. Diperlukan 67 suara di Senat untuk melengserkan Trump.

Ini misalnya disampaikan Senator John Barrasso yang menilai tidak ada hal-hal baru dalam argumentasi kubu Demokrat.

Kubu Republik sebelumnya juga berhasil mematahkan argumentasi Demokrat yang meminta dihadirkannya sejumlah saksi baru.

Sementara itu, pengacara pribadi Trump, Jay Sekulow, menyatakan Gedung Putih akan membantah dengan tegas setiap argumentasi pihak yang ingin memakzulkan Trump.

Persidangan ini juga menjadi semacam uji ketahanan fisik bagi sejumlah senator yang berusia di atas 75 tahun.

Para senator juga dilarang membawa peralatan elektronik ke ruang sidang. Mereka lalu menghabiskan waktu dengan mencatat. (AFP/X-11)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More