Kamis 23 Januari 2020, 20:54 WIB

Mantan Dirop Lorena Ditunjuk Jadi Dirut Trans-Jakarta

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Mantan Dirop Lorena Ditunjuk Jadi Dirut Trans-Jakarta

MI/Galih
PT Trans Jakarta memiliki nahkoda baru setelah Agung Wicaksono mundur

 

RAPAT Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Transportasi Jakarta, menyetujui penggantian Direktur Utama Perseroan.

Kepala Divisi Sekretaris Perseroan dan Humas PT Transportasi Jakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan dalam RUPS LB ini dilakukan pengangkatan Donny Andy S. Saragih sebagai direktur utama menggantikan Agung Wicaksono yang mengundurkan diri.

"Pengangkatan Donny Andy S. Saragih sebagai dirut didasarkan pada pertimbangan untuk mengembangkan PT Transportasi Jakarta kedepanya, di mana yang bersangkutan memiliki latar belakang pengalaman di bidang transportasi," kata Nadia dalam keterangan resminya, Kamis (23/1).

Diketahui Donny sebelumnya adalah komisaris PT Alfa Omega Transport sejak tahun 2014 sempai dengan sekarang serta Direktur Operasional (Dirop) PT Eka Sari Lorena Transport, Tbk tahun 2007 sampai dengan 2017, dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta.

Donny juga pernah berkompetisi di Pemilu Legislatif 2014 untuk kursi DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 melalui Partai Golkar. Namun, ia gagal menjadi anggota dewan.

Dalam kesempatan itu Agung Wicaksono juga diberhentikan sebagai dirut.

Sebelumnya, Agung yang juga pernah menjadi direktur bidang infrastruktur PT MRT Jakarta mengundurkan diri dengan alasan keluarga.

Dalam melaksanakan tugasnya Agung dinilai sangat sukses dalam meletakkan landasan integrasi transportasi publik di Jakarta.

Melalui Jaklingko sudah mulai mengintegrasikan dengan transportasi berbasis rel lainya seperti MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan KRL. Dalam satu tahun kenaikan penumpang meningkat dari 188,98 juta pelanggan menjadi 264,61 juta pelanggan pada tahun 2019. Dengan adanya integrasi, jumlah pelanggan sehari hampir mencapai 1 juta pelanggan.

"Dengan pembaharuan kepengurusan ini, PT Transportasi Jakarta dihaarapkan dapat mewujudkan transportasi publik yang aman dan nyaman serta terjangkau, agar masyarakat Jakarta dapat melakukan perjalanan secara tepat waktu sehingga dapat mendukung peningkatan perekonomian Jakarta," ujarnya.

Keberadaan dirut baru juga diharapkan agar memaksimalkan penugasan-penugasan yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakata yang digariskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022

Integrasi juga diupayakan semakin seamless sehingga memudahkan pelanggan untuk berpindah moda.

Kepemilikan Saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada PT Transportasi Jakarta adalah mayoritas yaitu sebesar 99,66% sedangkan 0,34% dimiliki oleh PT Jakarta Propertindo.(OL-13)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More