Kamis 23 Januari 2020, 22:50 WIB

Kredit BRI Tembus Rp908,88 Triliun

MI | Ekonomi
Kredit BRI Tembus Rp908,88 Triliun

ANTARA
Layanan kredit Bank BRI

 

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk menyalurkan dana kredit hingga Rp908,88 triliun sepanjang 2019, atau tumbuh sebesar 8,44% secara year on year.

Direktur Utama (Dirut) BRI Sunarso menyampaikan, pertumbuhan kredit BRI itu di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan yang mencapai 6,08%. Adapun perolehan laba BRI selama 2019 mencapai Rp34,4 triliun.

“Selama setahun di 2019, BRI berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp908,88 triliun, artinya tumbuh sebesar 8,44%. Pertumbuhan kredit ini di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan karena industri perbankan tumbuh 6,08% menurut OJK,” ujar Sunarso di Gedung BRI 1 Jakarta, Kamis (23/1).

Ia menambahkan, faktor pendukung pertumbuhan kredit tersebut berasal dari penyaluran kredit mikro yang tumbuh double digit, tepatnya mencapai angka 12,19% sepanjang tahun 2019. Tercatat porsi kredit mikro pada BRI sebagai perusahaan induk telah meningkat dari 34,3% menjadi 35,8%.

Hal itu menurut Sunarso sejalan dengan aspirasi BRI pada 2022 yang ingin mencapai komposisi kredit mikro mencapai 40%.

Selain disumbang oleh kredit mikro, pertumbuhan kredit BRI juga ditopang oleh pertumbuhan kredit ritel dan menengah. Tercatat kredit ritel dan menengah berhasil tumbuh hingga 12,08% yoy menjadi Rp269,64 triliun di akhir tahun 2019.

Untuk kredit macet (non performing loan/NPL), BRI juga mampu menjaga kualitas kredit di level positif, yakni NPL 2,8% dengan NPL rata-rata mencapai 153,64%.

Ke depannya, BRI akan fokus pada pemberdayaan segmen mikro. Caranya dengan membuat inovasi berkelanjutan guna mendorong penetrasi kredit mikro sehingga menjangkau lebih banyak lagi nasabah.

Penggunaan teknologi pun nantinya turut berkontribusi mengembangkan kredit mikro menjadi ‘go smaller, go shorter, dan go faster’. Melalui platform berbasis teknologi, BRI menyiapkan ekosistem mikro berbasis digital untuk melayani potensi pasar mikro yang masih terbuka luas.

“Kami akan kembangkan kredit mikro lebih kecil lagi, dengan tenor yang lebih pendek, dengan proses yang lebih cepat, agar semua lebih murah,” paparnya. (Hld/E-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More