Kamis 23 Januari 2020, 17:42 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5%

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5%

ANTARA
Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan tingkat bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5%.

 

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dilakukan pada 22-23 Januari 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,00%.

Selain itu, suku bunga Deposit Facility juga tetap dipertahankan sebesar 4,25% dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,75%.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan keputusan untuk mempertahankan suku bunga itu disebut tetap akomodatif dan konsisten, beriringan dengan fundamental ekonomi nasional yang kuat dan terus mengalami peningkatan.

"Kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan perkiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran, stabilitas eksternal yang terjaga, serta upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik," ujar Perry dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (23/1).

Ia menambahkan, strategi operasi moneter akan terus dilakukan oleh BI guna mendukung kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan makroprudensial yang akomodatif.

Kebijakan makroprudensial yang akomodatif itu, lanjut Perry, ditempuh untuk mendorong pembiayaan ekonomi sejalan dengan siklus keuangan yang di bawah optimal dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian.

"Kebijakan sistem pembayaran dan kebijakan pendalaman pasar keuangan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi," imbuh Perry.

"Ke depan, Bank Indonesia akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal, serta turut mendukung momentum pertumbuhan ekonomi," sambungnya.

Lebih jauh, Perry menegaskan koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait akan terus dioptimalkan guna mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing termasuk penanaman modal asing. (E-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Yusran Uccang

Ekonomi Masyarakat Kepulauan Terhambat Aturan

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:45 WIB
Kendala dalam pengiriman logistik saat ini ialah pada aturan muatan barang dari Menteri Perdagangan, bukan pada PT Pelayaran Nasional...
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Pemerintah Lirik Sagu untuk Sumber Pangan

👤Ham/E-3 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:40 WIB
Selain beras, sagu menjadi salah satu komoditas yang kini dikembangkan untuk menuju ketahanan dan kedaulatan...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Penaikan Cukai Beratkan Petani Tembakau

👤Try/Ant/E-1 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 05:35 WIB
“Petani tembakau telah cukup sengsara dengan adanya kenaikan cukai tembakau 23% pada tahun ini dan juga tekanan pandemi,” ujar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya