Kamis 23 Januari 2020, 17:37 WIB

Wapres Dukung Gerakan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
Wapres Dukung Gerakan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren

Dok: Setwapres
Wapres Ma'ruf Amin berkunjung ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur

 

WAKIL Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menghadiri pembukaan Santri Digital Fest dan Rapat Kerja Nasional Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (Rakernas IPPNU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Kamis (23/1).

Pada kesempatan yang sama, Wapres juga meninjau Pameran “Gelar Karya Santri Nusantara”. Pameran terdiri dari 60 stand dan diikuti 20 Santripreneur dari SMK Mini di bawah naungan pondok pesantren, 20 Pesantrenpreneur dari perwakilan koperasi pesantren dan 20 Sociopreneur alumni pesantren yang punya usaha.

Mereka yang terpilih dari seluruh Jawa Timur dibina dalam program One Pesantren One Product (OPOP) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Baca juga: Wapres: NKRI tidak Mengakui Kerajaan Fiktif

Wapres mengatakan gerakan ekonomi pesantren merupakan bagian penguatan ekonomi kerakyatan. Adapun salah satu program untuk penguatan ekonomi pesantren ialah OPOP yang merupakan kolaborasi antara koperasi pondok pesantren, forum bisnis, pengusaha alumni pesantren dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Ekosistem pengembangan OPOP, imbuhnya, menggunakan metode: pelatihan, mentoring, fasilitasi pemasaran, dan permodalan. Saat ini sudah ada OPOP Training Center yang didirikan di Universitas NU Surabaya (UNUSA).

Sejumlah pesantren besar yang tergabung dalam program OPOP, lanjut Wapres, merata di seluruh Jawa Timur. Mulai dari pesantren di Lamongan (Sunan Drajat), Tuban (Langitan), Pasuruan (Sidogiri), Mojokerto (Amanatul Ummah), Ponorogo (Gontor), Malang (Al HIkam), Probolinggo (Nurul Jadid), Sumenep (An Nuqoyyah, Al Amin) sampai Banyuwangi (Blok Agung).

1 Juta Santriprenuer

Gerakan OPOP dimulai Pemprov Jawa Timur sejak 2019 ditargetkan dapat menciptakan 1 juta santriprenuer dan 1.000 produk unggulan (barang atau jasa) pada tahun 2023. Adapun target jangka pendek pada 2019 yakni 100 ribu santripreneur dan 150 produk unggulan.

Sedangkan pada 2020 diharapkan ada 200 ribu santripreneur dan 200 produk unggulan. Kemudian bertahap hingga 2023.

Wapres mendorong gerakan semacam OPOP dapat bergerak di provinsi-provinsi lain. Selain Jawa Timur, program OPOP juga berkembang dinamis di Jawa Barat sejak 2018. Menurut data Kementerian Agama, jumlah pesantren saat ini sekitar 27.000 dengan 3,6 juta santri.

Gerakan ekonomi pesantren sudah berlangsung lama. Bila terus digerakkan, didampingi, difasilitasi dan dikolaborasikan dengan berbagai pemangku kepentingan, maka akan menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang strategis bagi upaya meningkatkan kesejahteraan umum.(Che/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More