Kamis 23 Januari 2020, 17:25 WIB

Coco VS Osaka: Pertarungan Masa Depan Petenis Putri Dunia

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga
Coco VS Osaka: Pertarungan Masa Depan Petenis Putri Dunia

Don Emmert/AFP
Petenis Jepang Naomi Osaka (kiri) dan Coco Gauff dari AS saat bertemu di turnamen grand slam AS Terbuka 2019.

DUA talenta muda antara Coco Gauff melawan Naomi Osaka akan tersaji dan menjadi perhatian utama di Australia Terbuka 2020 pada Jumat (24/1).

Gauff yang masih berusia 15 tahun akan menantang juara bertahan Osaka asal Jepang untuk menentukan siapa petenis muda terbaik masa kini.

Pada laga sebelumnya, Osaka yang punya lebih pengalaman menang mudah melawan Gauff dua set langsung, 6-3 dan 6-0, di AS Terbuka 2019 silam.

Gauff sendiri tentu ingin membalaskan kekalahan pertamanya dari Osaka. Petenis muda yang digadang-gadang menjadi penerus Serena Williams yang berusia 38 tahun itu ingin membuktikan diri bahwa dirinya layak menjadi masa depan tenis putri AS.

Baca juga : Masih Berduka, Ostapenko Tersingkir dari Australia Terbuka

Keduanya memang masih harus menempuh jalan panjang untuk mencapai keberhasilan. Tapi duel keduanya di babak ketiga yang bakal bergulir di Melbourne bisa menjadi acuan siapa yang terbaik di antara keduanya.

Gauff sempat mengejutkan kakak perempuan Williams, Venus Williams, pada putaran pertama di debut Grand Slam-nya di Wimbledon tahun lalu, kemudian melakukan trik yang sama awal pekan ini di Melbourne.

Dia melakukan debut di Australia Terbuka dan merupakan pemain termuda dalam undian.

Tetapi setelah kembali dari set dan kalah 3-0 untuk mengalahkan Sorana Cirstea dari Romania pada hari Rabu (22/1), Gauff berjanji hal-hal akan menampilkan yang berbeda kali ini.

"Saya pikir saya lebih percaya diri kali ini," ucap Gauff.

Meskipun demikian kekalahan lemah lembut terakhir kali Gauff masih memiliki ingatan yang baik tentang bermain dengan Osaka.

Osaka, nomor satu di dunia pada saat itu, menghibur Gauff emosional dengan pelukan setelahnya pertandingan.

Gauff tidak melupakan peristiwa itu dan berharap itu bisa menginspirasi generasi yang bahkan lebih muda darinya.

"Itu benar-benar momen yang baik bagi saya untuk kita berdua, terutama saya," katanya.

"Tapi saya pikir lebih hanya untuk orang-orang yang menonton, gadis-gadis kecil yang menonton dan anak laki-laki kecil yang bisa melihat apa sebenarnya sportif.

"Saya pikir itu sesuatu jika saya punya anak atau sesuatu, itu sesuatu yang saya ingin anak saya lihat. Itu hanya menunjukkan apa yang sebenarnya menjadi pesaing," kata Gauff.

Justine Henin, mantan juara dunia nomor satu dan tujuh kali Grand Slam, mengatakan bahwa Osaka adalah favorit karena bentuk dan pengalamannya di panggung terbesar.

Tetapi pensiunan pemain Belgia itu juga mengatakan kepada Eurosport jika Gauff adalah salah satu pemain yang akan banyak kita bicarakan di masa depan.

"Dia memiliki potensi untuk menjadi nomor satu dunia, itu sudah pasti,” tutur Henin. (AFP/Ykb/OL-09)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More