Kamis 23 Januari 2020, 15:50 WIB

Ternyata Ini Hormon yang Menyebabkan Uban

Fathurrozak | Weekend
Ternyata Ini Hormon yang Menyebabkan Uban

Unsplash/ Dogukan Sahin
Hormon yang membantu anda menghadapi stress ternyata juga menyebabkan uban.

PENELITIAN terbaru Universitas Harvard menegaskan jika stress memang menyebabkan uban. Namun hormon manakah yang bertanggung jawab? Hal itu pula yang mereka ungkap.

Dalam suatu studi di Universitas Harvard yang diujikan pada tikus, peneliti menemukan bahwa penyebabnya ialah norepinefrin, hormon yang dilepaskan ketika tubuh masuk ke mode ‘fight-flight’ saat kita merasa stres atau tertekan.

Norepinefrin meningkatkan detak jantung dan mempersiapkan tubuh untuk bereaksi terhadap ancaman, yang disebut dengan mode ‘fight-flight’ (melawan atau menyerah). Mekanisme itu ternyata juga dapat merusak sel induk melanosit (MSC), sel-sel kulit penghasil pigmen yang memberi warna pada rambut.

Ilmuwan Harvard menguji sistem saraf simpatik, yang sebagian bertanggung jawab atas respons fight-flight dalam tubuh. Saraf simpatik bercabang ke dalam sel-sel kulit, termasuk folikel rambut. Efek samping dari respons ini ialah bahwa mengubah kadar hormon dapat merusak fungsi sel. Folikel rambut mengandung sel batang melanosit tertentu, yang mewarnai kulit dan rambut dengan pigmen yang disebut melanin.

Para peneliti menemukan bahwa stres menyebabkan saraf simpatik melepaskan kimia norepinefrin ke dalam darah. Norepinefrin, merupakan neurotransmitter yang diproduksi oleh otak dalam situasi stres ringan dan kronis, membuat tubuh lebih waspada dan siap melawan stres.

Studi ini juga menemukan, bahwa hal itu menyebabkan sel-sel induk dalam folikel rambut untuk aktif secara berlebihan. Sel-sel induk melewati proses yang disebut proliferasi dan diferensiasi, saat mereka beralih ke sel-sel khusus. Dengan kata lain, peran mereka berubah dan pindah ke bagian lain dari tubuh, meninggalkan folikel rambut yang terkuras.

“Ketika kami mulai mempelajari ini, bahwa stres itu buruk bagi tubuh. Tetapi dampak buruk dari stres yang kami temukan melampaui apa yang saya bayangkan. Setelah hanya beberapa hari, semua sel induk regenerasi pigmen hilang. Setelah hilang, Anda tidak dapat membuat kembali pigmen lagi. Kerusakannya permanen,” kata Dr Ya-Chieh Hsu, profesor sel induk dan biologi regeneratif di Harvard, dikutip dari Dailymail.

Studi tersebut menunjukkan bahwa tumbuhnya uban didorong oleh aktivasi sistem saraf simpatis, bertentangan dengan teori sebelumnya. Sudah lama diketahui, bahwa stres dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel induk yang mewarnai rambut dan kulit. Selain itu, selama ini dianggap jika hormon kortisol yang dikenal sebagai 'hormon stres' merupakan penyebab utama uban. Namun, para peneliti di Harvard membantah kedua teori ini dalam eksperimen mereka sendiri.

“Stres selalu meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh, jadi kami pikir kortisol mungkin yang berperan utama. Namun anehnya, ketika kita menghilangkan kelenjar adrenalin dari tikus sehingga mereka tidak bisa menghasilkan hormon seperti kortisol, rambut mereka masih berubah abu-abu karena stres,” simpul Dr. Hsu. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More