Kamis 23 Januari 2020, 13:46 WIB

Partai Golkar Buka Penjaringan Balon Bupati Tasikmalaya

Kristiadi | Nusantara
Partai Golkar Buka Penjaringan Balon Bupati Tasikmalaya

MI/Kristiadi
DPD Partai Golkar Kab Tasikmalaya membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Pilkada 2020

 

DEWAN Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, telah membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Tasikmalaya di Pilkada 2020, selama 10 hari, dimulai Selasa (21/1) dan berakhir Kamis (30/1).

Dalam penjaringan bukan hanya untuk kader internal, tetapi juga  eksternal secara umum bisa mendaftarkan diri termasuk masyarakat.

Sekretaris tim penjaringan DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya, Aang Budiana mengatakan, penjaringan bukan hanya untuk kader internal tetapi juga untuk umum. Namun, dalam penjaringan para calon bupati dan wakil tersebut bertekad supaya mereka membangun Kabupaten Tasikmalaya lebih baik, maju dan bisa bermanfaat bersama Golkar.

"Mekanisme penjaringan dilaksanakan sesuai instruksi dan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) DPP Partai Golkar yang ditindaklanjuti dengan surat keputusan DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya. Jumlah minimal pendaftar dalam penjaringan adalah lima orang dan maksimal 10 orang. Hasil penjaringan akan dilaporkan ke DPP Partai Golkar melalui DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat," kata Aang, Kamis (23/1).

baca juga: Cianjur Sudah Bentuk UPTD PPA di di 11 Wilayah Kerja

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya Toni Hanif menambahkan sejak dibukanya penjaringan balon bupati dan wakil bupati Tasikmalaya, hingga kini belum ada yang mendaftar.

"Sesuai informasi yang berkembang sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dikaitkan akan maju dari Golkar dalam penjaringam. Kami kami terbuka untuk siapa pun, karena Golkar akan terus membangun komunikasi dengan partai lain terutamanya untuk menjajaki kemungkinan terbentuknya koalisi," paparnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More