Kamis 23 Januari 2020, 14:15 WIB

Sebelum Australia Terbuka, Muguruza Daki Kilimanjaro

Antara | Olahraga
Sebelum Australia Terbuka, Muguruza Daki Kilimanjaro

AFP/Manan VATSYAYANA
Garbine Muguruza

JUARA dua kali turnamen Grand Slam Garbine Muguruza sukses melaju ke putaran ketiga Australia Terbuka, Kamis (23/1), setelah sebelumnya melakukan persiapan yang tidak lazim dengan mendaki Gunung Kilimanjaro demi menjernihkan pikirannya dari dunia tenis.

Mantan petenis nomor satu dunia asal Spanyol itu memupuskan harapan petenis tuan rumah Ajla Tomljanovic dengan kemenangan 6-3, 3-6, dan 6-3.

Di putaran ketiga, Muguruza akan menghadapi pemenang laga antara unggulan kelima Elina Svitolina asal Ukraina atau petenis Amerika Serikat (AS0 Lauren Davis.

Muguruza yang kini berusia 26 tahun itu menjuarai Prancis Terbuka pada 2016 dan Wimbledon pada tahun berikutnya. Tetapi, kariernya mentok dan kini ia berada di peringkat 32 dunia.

Baca juga: Sempat Mimisan, Medvedev Melaju ke Putaran Ketiga Australia Terbuka

Dia tersisih pada babak pertama di dua Grand Slam terakhir, di Wimbledon dan AS Terbuka, kemudian memutuskan mencoba sesuatu yang sama sekali berbeda untuk persiapan diri menghadapi musim 2020.

"Anda mendaki gunung itu dan hanya Anda saja. Anda tidak mendapat penghargaan, hadiah, foto apa pun, tidak ada apa-apa di sana," kata Muguruza tentang beberapa hari pendakiannya di gunung tertinggi Afrika itu, November silam.

"Sangat menantang secara fisik dan mental untuk berada di sana dan saya hanya mencari sesuatu yang menyenangkan, pengalaman yang berbeda di luar tenis," imbuhnya.

Bagi seseorang yang tidak menyukai cuaca dingin, Muguruza mengakui dia sesekali sempat ragu dalam perjalanannya itu.

"Saya banyak berjuang di sana dengan tim saya dan mendaki berada di bawah nol (derajat) pada malam hari," katanya.

"Pada titik tertentu Anda seperti, Oke, apa yang saya lakukan di sini?" lanjutnya.

Saat ini, merupakan masa-masa awal kembalinya Muguruza yang permainannya mulai meningkat pada 2020.

Pada turnamen pembukaan musim di Shenzhen, Tiongkok, ia memenangkan pertandingan berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Prancis Terbuka
pada Mei-Juni, sebelum akhirnya kalah di semifinal.

Dia juga terpaksa mundur dari putaran perempat final Hobart karena terkena penyakit virus. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More